Bantul Lakukan Akselerasi PTM, Sekolah Harus Penuhi DPK

Suasana PTM di SDN Serayu, Jogja, Rabu (28/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
07 Mei 2021 08:57 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pendidikan dan Olahraga Bantul mulai menggelar uji coba pembelajaran di sekolah terbatas. Uji coba ini jadi pijakan dan bahan evaluasi untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ke depannya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul, Isdarmoko menyampaikan Disdikpora Bantul terus berupaya melakukan percepatan PTM. Namun, akselerasi PTM saat ini harus memenuhi dua syarat. Pertama vaksinasi guru dan tendik, yang kedua pemenuhan Data Periksa Kesehatan (DPK) yang melingkupi enam poin. "Ini sudah kita monitor sekolah, kaitannya dengan DPK," jelasnya Kamis (6/5/2021).

BACA JUGA : PTM di Bantul, Meja Kursi Siswa Makin Direnggangkan 

Enam poin yang jadi dasar DPK mencakup tentang pemenuhan sarana kesehatan mulai dari toilet bersih, wastafel dan disinfektan. Poin kedua ialah penegakan sekolah sebagai area wajib masker. Sehingga kalau ada warga sekolah datang tidak memakai masker, maka sekolah harus menyediakan. Aspek ketiga yakni layanan kesehatan, sekolah harus mendatangani MoU dengan Puskesmas atau klinik terdekat untuk pemeriksaan kesehatan.

"Poin keempat thermogun harus disediakan wajib semua sekolah. Poin kelima pemetaan warga sekolah. Apa yang dipetakan, warga sekolah dengan komorbid, warga sekolah yang melakukan perjalanan tidak ada akses jaga jarak. Misal guru yang nglaju pakai kendaraan umum, sehingga kalau PTM harus nglaju dengan kendaraan sendiri atau kos. Pemetaan warga sekolah yang kontak fisik dengan penderita atau berpegian dari zona merah. Poin terkahir kerja sama dengan komite," katanya.

Sambil menunggu proses DPK sekolah selesai diperiksa, Disdikpora Bantul melakukan uji coba dengan bentuk Layanan Konsultasi Pelajar. "Itu sebagai uji coba PTM. LKP itu anak-anak tetap masuk dijadwal dengan kelompok kecil Ini kami 30 persen dari total siswa sekelas. SMP maksimal 10 anak, SD 8-9 anak dengan maksimal layanan satu hari dua jam," katanya.

BACA JUGA : Sebelum Lakukan PTM, SMK di Bantul Berkali-kali

Isdarmoko menyebut semua sekolah dipacu untuk menggelar LKP. "Kami pacu semua sekolah, tapi memang belum semuanya. Sekolah negeri rata-rata semua melaksanakan. Jadi yang di SMP ada 47 negeri melaksanakan LKP. Untuk SD ada beberapa yang karena situasi daerahnya zona merah maka tidak melaksanakan LKP," tegasnya.

"Tapi sayaratnya kalau itu tidak zona merah itu kami dorong untuk melakukan LKP sebagai uji coba PTM. Nantinya kita evaluasi uji coba dengan LKP ini. Kalau lancar, berarti harapannya waktu PTM juga lancar," ujarnya.