Sebelum Lakukan PTM, SMK di Bantul Berkali-kali Komunikasi dengan Wali Murid

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
20 April 2021 23:27 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL -  Seluruh siswa kelas X dan XI SMKN 1 Bantul tengah mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk beberapa waktu kedepan. Para siswa telah diizinkan oleh orang tua maupun wali masing-masing untuk mengikuti PTM selama pandemi.

Kepala Sekolah SMKN 1 Bantul, Mujari menegaskan jika sosialisasi dan komunikasi dengan orang tua maupun wali murid menjadi aspek penting dalam pelaksanaan PTM. Mujari menerangkan jika SMKN 1 Bantul telah berkali-kali melakukan sosiasilasi dengan perwakilan wali murid sejak tahun lalu.

Komunikasi soal PTM juga dijalankan intens melalui wali kelas kepada wali murid masing-masing. "Jelas komunikasi harus dibangun, karena sebetulnya kebutuhan orang tua siswa dan sekolah harus sinergi," ujarnya pada Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Ada Warga yang Pingsan & 2 Meninggal, Begini Awal Mula Klaster Takziah di Gunungkidul

"Tidak ada wali yang menolak. Karena kita sudah berikat surat edaran, kemudian melalui google form kita minta pendapatnya. Kalau memang tidak mengizinkan anak tetap kita fasilitasi secara daring," tuturnya.

Saat ini sebanyak 570 siswa SMKN 1 Bantul gabungan dari kelas X dan XI tengah menjalani pembelajaran tatap muka terbatas. Sementara sebanyak 571 siswa lainnya harus menjalani pembelajaran daring. Setelah satu pekan, siswa yang menjalankan PTM akan bergantian dengan siswa yang selama sepekan belajar daring.

Kendati seluruh siswa diizinkan walinya untuk mengikuti PTM, Mujari menerapkan aturan tegas bagi siswa yang sakit. Dijelaskan Mujari, siswa yang sakit atau masuk dalam tracing tidak diperbolehkan masuk sekolah.

"Dari sekolah sudah membuat aturan, kalau sakit tidak boleh masuk. Saya tegaskan, tidak boleh masuk. Bukan hanya menganjurkan, tetapi mengharuskan tidak masuk sekolah. Itu berlaku untuk pengajar dan karyawan sekolah," tegasnya.