WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
ilustrasi curanmor. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, DEPOK—Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY kembalikan motor hasil curian kepada pemiliknya. Sebanyak 19 motor itu sebelumnya disita dari pelaku Curanmor kelompok Lampung.
Direktur Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudi Satria, menjelaskan dari 19 motor tersebut, tinggal satu motor yang belum diambil pemilik. "Karena mungkin sudah dialihkan ke orang lain jadi yang bersangkutan tidak merasa kehilangan," ujarnya, Kamis (6/5/2021).
Semua sepeda motor itu masih memiliki nomor rangka dan nomor mesin masih utuh sehingga bisa diidentifikasi dan kemudian ditemukan pemiliknya.19 motor ini diamankan dari dua lokasi yakni 12 motor di Bakahuni, Lampung, dan Wonosobo, Jawa Tengah.
BACA JUGA : Komplotan Maling Asal Lampung Bawa 19 Motor Curian dari
Dalam kasus tersebut sampai saat ini belum ada perkembangan penambahan tersangka maupun daftar orang pencarian (DPO), masih sama seperti saat kasus diungkap pada Selasa (27/4) lalu, yakni delapan tersangka dan lima DPO.
Dari 19 motor tersebut, wilayah yang menjadi lokasi pencurian yakni Sleman, Kota Jogja dan Bantul. "Bantul utamanya yang banyak jadi sasaran Sewon, Kasihan, Banguntapan. kalau kota di Gejayan. Sleman di Depok, Mlati dan Ngaglik," ungkapnya.
Ia berp3san kepada masyarakat jika menjadi korban curanmor agar secepat mungkin melapor ke kantor polisi terdekat. Menurutnya, kecepatan melapor adalah kunci keberhasilan penangkapan pelaku karena polisi bisa segera ke tempat kejadian perkara (TKP), menganalisis dan mengejar pelaku.
"kemaren kejadian malam minggu, senin sudah bisa diungkap karena kecepatan lapor dari pihak kehilangan. kami cepet merespon, komunikasi drngan beberapa teman sesama penyidik di sepanjang jalur, sehingga bisa dapat segera," katanya.
BACA JUGA : Curanmor di Samigaluh, Motor Ketemu di Penadah
Seperti diberitakan sebelumnya, komplotan ini beraksi pada waktu yang bersamaan, yakni pada Sabtu (24/4), mulai dari pukul 22.00 WIB hingga keesokan harinya pada Minggu (25/4) pukul 07.00 WIB, di lima lokasi yang berbeda, di wilayah Sleman, Kota Jogja dan Bantul.
Semuanya beraksi dengan modus membobol kontak motor menggunakan kunci T. Mereka disebut Kelompok Lamoung lantaran semuanya berdomisili di Lampung. Kelompok ini basa beraksi di sejumlah kota di Jawa seperti Jakarta, Bandung dan Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Sri Sultan HB X menegaskan pembangunan Bantul harus berlandaskan nilai luhur dan kepemimpinan berintegritas pada Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul.
Menteri PU Dody Hanggodo menanggapi santai isu reshuffle kabinet dan menegaskan keputusan tersebut merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo.
Wali Kota New York Zohran Mamdani menegaskan surat penangkapan ICC terhadap Benjamin Netanyahu harus dihormati, meski Donald Trump menyatakan sebaliknya.
Ledakan diduga akibat gas pipa tanam merobohkan rumah di Perumahan Grand Polonia, Medan. Dua korban masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Cara memperbaiki genteng bocor sesuai penyebabnya, mulai dari genteng retak hingga bubungan atap agar hasil lebih awet dan tahan lama.