Larangan Mudik Diperkirakan Mendongkrak Pengguna Jasa Internet

Ilustrasi. - Freepik
10 Mei 2021 09:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pelarangan mudik saat lebaran tahun ini dinilai akan membuat traffic pengguna internet untuk berkomunikasi secara daring akan mengalami peningkatan.

Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) DIY, Tigor Johnson mengatakan sebenarnya menjelang lebaran biasanya setiap tahun juga sudah rutin terjadi peningkatan traffic pengguna internet hingga sebesar 10%, tetapi saat ini peningkatan traffic sudah tidak menjadi kendala karena sudah diantisipasi penyelenggara jasa internet dengan peningkatan kapasitas jaringan.

BACA JUGA : Pengguna Data Internet Butuh Transparansi

“Akibat dari kebutuhan koneksi internet yang memang tinggi di berbagai sektor perekonomian selama masa pandemi,” ucap Tigor, Minggu (9/5/2021).

Tigor mengatakan sebagai salah satu daerah tujuan mudik dengan jumlah kedatangan pemudik yang sangat tinggi ke DIY, ketatnya larangan mudik bisa saja membuat perpindahan perangkat akses internet terutama telepon seluler yang masuk ke DIY akan berkurang. Akan tetapi hal tersebut kemungkinan besar tidak membuat traffic internet di hari H lebaran menjadi turun.

Dia mengatakan trend media sosial dan semakin terbiasanya masyarakat menggunakan video call selama masa pandemi akan membuat silaturahmi yang biasanya dilakukan dengan bertemu langsung dengan sanak famili akan berganti dengan layanan-layanan instant message termasuk video call yang membutuhkan koneksi internet cukup besar.

BACA JUGA : Tren Meningkat, Ini Tantangan Pemanfaatan Internet

“Diperkirakan akan ada kenaikan hingga 30%. Hari H lebaran media sosial untuk berbagi momen Idul Fitri dan video call untuk menyapa sanak famili akan menjadi aplikasi yang paling banyak digunakan. Yang harus mendapat perhatian khusus adalah penggunaannya secara bersamaan,” ucap Tigor.