Disarankan Pakai Produk UMKM, Anggaran Makan & Minum Rapat Dinas Capai Miliaran

Kegiatan serasehan bersama pelaku UMKM di DPRD DIY, Senin (10/5/2021). - Ist.
11 Mei 2021 12:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com JOGJA—DPRD DIY mendorong Pemda DIY untuk konsisten menggunakan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk kebutuhan makanan dan minuman atau snack rapat di organisasi perangkat daerah (OPD). Langkah ini diharapkan bisa mendongkrak UMKM agar bisa berkembang.

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana menyatakan Pemerintah Pusat telah memberikan aturan terkait penggunaan produk usaha kecil dalam setiap pengadaan barang dan jasa. Hal ini tertuang dalam Perpres No.12/2021 tentang pengadaan barang jasa, terutama pada Pasal 65. Secara tegas aturan ini juga mengamanatkan sedikitnya 40% dari total anggaran barang/jasa untuk dibelanjakan di UMKM.

BACA JUGA : Pemkot Jogja Buka Keran Bantuan untuk 6.000 UMKM, Begini

“Sehingga kami meminta Pemda DIY untuk segera menindaklanjuti aturan ini, minimal dari kebutuhan makanan dan minuman yang dibutuhkan di OPD bisa menggunakan produk UMKM. Tujuannya untuk membantu UMKM ini agar berkembang, sekaligus Pemda menerapkan aturan,” katanya di DPRD DIY, Senin (10/5/2021).

Huda mengatakan jumlah anggaran untuk makanan dan minuman rapat jika dihitung OPD seluruh DIY mencapai miliaran rupiah. Jika jumlah itu konsisten dibelanjakan pada UMKM maka akan meningkatkan produktivitas mereka.

“Ini akan menjadi daya ungkit tersendiri bagi perekonomian DIY terutama UMKM, karena jumlahnya untuk makanan dan minuman itu bisa miliran rupiah, maka sudah saatnya bisa dibelanjakan ke UMKM,” ujarnya.

Ia menambahkan salah satu kendala yang dihadapi terkait pembayaran, karena seringkali pemerintahan tidak bisa secara langsung melakukan pembayaran karena persoalan administrasi. Oleh karena itu UMKM perlu diberikan bantuan talangan modal sebagai dana taktis yang bisa digunakan, sehingga proses produksi tetap bisa berjalan.

BACA JUGA : 1.500 UMKM Ikut Markethub SiBakul Jogja Free Ongkir 

“Kalau kami lihat UMKM sebenarnya siap dengan produk mereka, misal makanan dan minuman produknya tidak kalah dengan yang lain,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi menyatakan kampanye penggunaan produk UMKM sebenarnya sudah dilakukan, tidak hanya untuk produk makanan dan minuman, namun juga jenis lainnya. Ia memastikan produk UMKM DIY tidak kalah bersaing. Saat ini sudah banyak produk UMKM yang dipakai dalam setiap kegiatan dinas.

“Kami juga memfasilitasi ongkos kirim gratis juga kepada masyarakat yang menggunakan produk UMKM, agar UMKM ini bisa terus berkembang. Melalui aplikasi Sibakul diharapkan membantu para UMKM,” katanya.