Kematian Akibat Covid-19 di Sleman Melonjak, Korban Meninggal Capai 434 Orang

Prosesi pemakaman jenazah Covid-19 yang dilakukan tim pemakaman Satgas Covid-19 Sleman belum lama ini. - Ist/dok PMI Sleman
16 Mei 2021 20:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Lonjakan kasus kematian warga Sleman akibat Covid-19 terjadi selama dua hari lebaran, Kamis (13/5/2021) dan Jumat (14/5/2021). Selama dua hari tersebut, 14 warga Sleman dimakamkan secara protokol kesehatan.

Koordinator Posko Dekontaminasi Covid-19 BPBD Sleman, Vincentius Lilik Resmiyanto mengatakan selama hari pertama dan kedua Lebaran, tim pemakaman jenazah pasien Covid-19, BPBD Sleman memakamkan 14 jenazah dengan prosedur Covid-19. Rinciannya hari pertama lebaran sebanyak delapan jenazah dan hari kedua Lebaran sebanyak tujuh jenazah.

"Pemakaman hari pertama lebaran suspect 1 kasus, Probable 1 kasus, Konfirmasi positif 6 kasus. Untuk hari kedua lebaran masing-masing jenazah Probable 2 kasus dan Konfirmasi positif sebanyak 4 kasus," katanya, Minggu (16/5/2021).

Selama Lebaran, lanjutnya, tujuh regu disiapkan untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu ada pasien Covid-19 yang meninggal dunia. "Tujuh tim siap bertugas dan on call saat lebaran. Mereka bekerja hingga malam hari. Seperti saat pemakaman yang dilakukan pada Jumat (14/5/2021) malam di Klelen, Trimulyo, Sleman," kata Lilik sapaan akrabnya.

BACA JUGA: Update Covid-19 DIY 16 Mei 2021, H+3 Lebaran

Diakui Lilik, jumlah kasus kematian di Sleman mengalami tren peningkatan. Bahkan dalam sehari pernah memakamkan 10 jenazah pasien Covid-19. Dia menyontohkan selama April kemarin tim dekontaminasi dan pemakaman telah memakamkan 82 jenazah dengan prosedur Covid-19. Jumlah tersebut memang belum melebihi kasus kematian selama Desember 2020 yang tercatat sebanyak 101 kasus dan Januari 2021 sebanyak 129 kasus.

"Selama Mei ini, sampai pertengahan bulan kami sudah memakamkan lebih dari 40 jenazah. Rata-rata usia yang meninggal masuk kategori lansia. Dengan perbandingan 85 : 15 dibandingkan kategori usia produktif. Kalau sebelumnya masih 50 : 50, perbandingan antara lansia dan usia produktif," katanya.

Lilik berharap agar masyarakat dapat terus menerapkan protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. "Layanan yang kami berikan ini tidak dipungut biaya atau gratis. Kami sudah jelaskan ke keluarga, ini tidak dipungut biaya, dan jika ada yang mengatasnamakan tim pemakaman atau tim pemulasaraan meminta biaya, mohon laporkan ke kami," tandasnya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Sleman, jumlah kasus di Sleman per Minggu (16/5/2021) bertambah sebanyak 35 kasus dengan kasus sembuh sebanyak 62 kasus. Adapun jumlah kematian bertambah tiga kasus. Hingga kini tercatat jumlah kematian di Sleman mencapai 434 kasus.