12 Hari Penyekatan, 27.705 Kendaraan Diperiksa, 7.996 Putar Balik

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto, saat ditemui wartawan di Mapolda DIY, Selasa (18/5 - 2021).
18 Mei 2021 13:37 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Polda DIY telah menyelesaikan Operasi Ketupat Progo 2021 yang berlangsung selama 6-17 Mei. Selama 12 hari tersebut, penyekatan yang digelar di 10 titik di DIY telah memeriksa kelengkapan dokumen perjalanan kepada totalnya sebanyak 27.705 kendaraan.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto, menjelaskan rincian pemeriksaan yakni Pos Temon 2.301 kendaraan, Pos Tempel 9.924 kendaraan, Pos Prambanan 11.644 kendaraan, Pos Bedoyo 437 kendaraan, Pos Hargodumilah 463 kendaraan, Pos Eks Nataputra 454 kendaraan, Pos Demangan 363 kendaraan, Pos Piyungan 603 kendaraan, Pos Srandakan 672 kendaraan, Pos Sedayu 844 kendaraan.

Dari total kendaraan yang diperiksa tersebut, sebanyak 7.996 kendaraan diminta putar balik lantaran tidak memenuhi kelengkapan dokumen perjalanan berupa sirat tugas dari instansi dan surat keterangan bebas covid-19. “Kira-kira 30-40 persen dari kendaraan yang diperiksa. Puncak pemeriksaan terjadi pada 12 Mei, dalam sehari ada 3.000 lebih kendaraan,” ujarnya, Selasa (18/5/2021).

Selama Operasi Ketupat Progo 2021, kepolisian juga mencatat terjadi 150 kecelakaan dengan korban meninggal sebanyak 19 orang, luka ringan 188 orang dan kerugian material Rp199,98 juta. Jumlah ini meningkat jika dibanding tahun sebelumnya, yakni sebanyak 86 kecelakaan dengan korban meninggal tujuh orang, luka ringan 91 orang dan kerugian material Rp31,1 juta.

Baca juga: Jokowi Tolak Pemberhentian 75 Pegawai KPK yang Tak Lulus TWK, Ini Pernyataan Lengkapnya

Dalam operasi tersebut polisi sama sekali tidak melakukan penilangan, melainkan hanya teguran non yustisi kepada 6.256 pengendara. Adapun kasus menonjol terjadi sebanyak 29 kasus dengan rincian pencurian dengan pemberatan delapan kasus, pencurian dengan kekerasan satu kasus, pencurian kendaraan bermotor tujuh kasus, penganiayaan berat 12 kasus dan kenakalan remaja satu kasus.

Selain penyekatan, pada Operasi Ketupat Progo 2021 petugas gabungan juga menggelar tes swab antigen secara acak kepada sebanyak 5136 orang dengan hasil negatif sebanyak 5130 orang dan positif enam orang. bagi pengendara yang hasil tesnya positif, langsung ditindaklanjuti dengan penanganan di rumah sakit Hardjolukito dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.

“Setelah selesai Operasi Ketupat, kami melanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan dari 18 sampai 24 Mei. Pos-posnya tetap sama dengan Operasi Ketupat, dengan pola tindak yang relatif sama. Sebagai pencegahan orang yang melakukan lintas perbatasan. Hanya saja frekuensinya berbeda,” ungkapnya.