Begini Ketersediaan Bed Pasien Covid-19 di Sleman

Ilustrasi. - REUTERS/Susana Vera
19 Mei 2021 06:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Kapasitas bed di rumah-rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 di Sleman saat ini dinilai masih mencukupi. Ketersediaan bed RS di Sleman untuk bed kritikal sebanyak 52 bed dan non kritikal sebanyak 443 bed.

Adapun di Asrama Haji tersedia sebanyak 158 kamar, dengan kapasitas yang digunakan sebanyak 112 bed sementara di Rusunawa Gemawang tersedia sebanyak 74 kamar dengan kapasitas sebanyak 56 bed.

BACA JUGA : Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca-Lebaran, Pemda DIY Tambah 30% Tempat Tidur di RS

Untuk Asrama Unisa Yogyakarta memiliki kapasitas 100 bed, FKDC Moyudan 20 bed dan shelter 37 kalurahan tersedia 197 bed. Dengan tambahan ini, maka setidaknya terdapat tambahan 409 bed di luar RS. "Ya, jumlah bed di RS tidak dikurangi. Kalau terjadi lonjakan kasus, rumah sakit justru siap menambah jumlah bednya," terang Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo, Selasa (18/5/2021).

Direktur RSUD Prambanan Isa Dharmawidjaja mengatakan saat ini tersedia 12 bed untuk pasien Covid-19. Jumlah tersebut termasuk dua bed untuk persalinan covid-19 dan 1 bed kritikal. Jika tidak ada pasien untuk persalinan Covid, maka bed tersebut digunakan untuk pasien non persalinan Covid.

"Jumlah bed masih sama sampai saat ini. Tidak ada penambahan jumlah bed. Hari ini kami merawat empat pasien Covid-19," katanya.

Dijelaskan Isa, ketersediaan 21 bed khusus Covid tersebut hanya mencapai 21% dari kapasitas bed yang ada, 101 bed. Sebelumnya RS ini memiliki 7 bed atau 7% dari total kapasitas bed. Ia mengaku tidak bisa menambah jumlah bed lagi dengan alasan ketersediaan lahan dan bangunan yang sudah tidak mencukupi dan juga SDM.

BACA JUGA : Sultan: Lonjakan Covid-19 Pasca-Lebaran Baru Diketahui Awal Juni

Berdasarkan data Satgas Covid-19, per 17 Mei jumlah kasus Covid-19 di Sleman mencapai 15.244 kasus dengan kasus sembuh mencapai 14.004 kasus. Artinya masih terdapat kasus aktif sebanyak 1.240 kasus dengan tingkat kematian mencapai 439 kasus.