Pasar Potrojayan Direvitalisasi, 338 Pedagang Direlokasi

Sejumlah pedagang pasar Potrojayan, Prambanan, menata barang di tempat relokasi, Senin (24/5/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
24 Mei 2021 20:07 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman akan merevitalisasi Pasar Potrojayan, Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan. Untuk keperluan ini, sebanyak 338 pedagang Pasar Potrojayan direlokasi ke tanah Kas Desa Madurejo, yang berjarak 1 km.

Sekretaris Disperindag Sleman, Haris Martapa, menjelaskan relokasi pedagang dilaksanakan serempak pada Senin (24/5/2021). “Semuanya sudah pindah, sekarang sedang menata dagangannya dan tempat. Kami beri waktu hari ini dan besok. Rabu seluruh pedagang sudah mulai berjualan,” ujarnya.

Revitalisasi pasar Potrojayan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perdagangan sebesar Rp6 miliar. Setelah pedagang dipindahkan, revitalisasi akan dimulai dengan pembongkaran pasar, perataan tanah dan kemudian pembangunan fisik, yang ditargetkan berlangsung selama empat bulan.

Baca juga: Pemkot Jogja: Permukiman Padat Jadi Penyebab Penyebaran Covid-19

Setelah proses fisik diperkirakan selesai pada November mendatang, akan dilanjutkan dengan proses administrasi dan pemeriksaan, sehingga diharapkan pasar baru akan siap digunakan pedagang pada Januari 2022. Pasar Potrojayan memiliki luas bangunan 2.700 meter persegi dan luas keseluruhan tanah 3.305 meter persegi.

Adapun konsep revitalisasi menggunakan prototipe dari Kementerian Perrdagangan tipe C. Di Sleman, pasar tipe ini digunakan pula oleh Pasar Gentan. Pasar Potrojayan dipilih untuk revitalisasi dengan pertimbangan pemerataan revitalisasi dan kesiapan kesiapan komunitas pasar untuk menerima revitalisasi.

Baca juga: Pembayaran Tiket Nontunai di Objek Wisata Bantul Masih Minim

Di Sleman, terdapat 42 pasar yang dikelola oleh Pemkab Sleman, dengan 23 diantaranya telah direvitalisasi baik full maupun sebagian. “Anggaran dari pusat, karena dari daerah konsentrasi mbenakke (memperbaiki) yang rusak regular. Infrastruktur pasar itu karena digunakan setiap hari ada yang bocor, harus tambal sulam dan sebagainya,” uajrnya.

Salah satu pedagang Pasar Potrojayan, Susanti, mengatakan semua pedagang telah menerima kebijakan relokasi ini, karena sosialisasi juga sudah dilakukan jauh hari sebelumnya. “Fasilitas di sini sudah lengkap, ada toilet, musola, listrik,” katanya.

Pembeli pasar menurutnya juga tidak akan kesulitan menemukan tempat relokasi pedagang, karena di samping di pasar Potrojayan sudah diberi petunjuk, beberapa waktu sebelumnya para pedagang juga telah menginfokan relokasi pedagang ini.