Curi Kacang Tanah Milik Tetangga, Warga Semanu Ditangkap Polisi

Ilustrasi. - Freepik
03 Juni 2021 20:07 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Tup,49, terpaksa harus kembali berurusan dengan pihak kepolisian karena melakukan tindak pencurian palawija milik tetangganya. Tup ditangkap Unit Reskrim Polsek Semanu pada Selasa (1/6/2021) lalu.

Seakan tidak jera, karena Tup sebenarnya juga pernah ditangkap polisi pada 2019 dengan kasus yang sama. Kapolsek Semanu, AKP Ahmad Fauzi mengatakan kasus pencurian yang dilakukan oleh Tup itu terjadi pada Kamis (8/5/2021) lalu di rumah Mulyono, warga Padukuhan Tambakrejo, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu.

Sekitar pukul 04.30 WIB, Mulyono pulang dari pasar, tidak melihat satu karung kacang tanah kupas yang sebelumnya ia letakkan di teras rumah. Mulyono sempat mencari di sekitar rumahnya namun juga tidak berhasil ditemukan.

Baca juga: Polres Magelang Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat Umum, Siapapun Boleh Ikut

“Saat itu karena kerugiannya mencapai Rp2 juta, korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Semanu pada 11 Mei 2021,” kata AKP Ahmad Fauzi, Kamis (3/6/2021).

Dari keterangan korban, kepolisian melakukan penyelidikan dan pengumpulan informasi. Hasil dari pengumpulan informasi itu, ada yang mengetahui Tup beraksi di rumah Mulyono. Dari situ, Tup diamankan tanpa perlawanan. Tup pun mengakui perbuatannya.

“Barang curian berupa kacang tanah kupas satu karung Ia jual ke orang lain. Uangnya kemudian digunakan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Baca juga: Parkir Wisata di DIY Diusulkan Dikelola BUMD

Kanit Reskrim Polsek Semanu, Iptu Mahmet Ali Bahonar menambahkan selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa Suzuki RC nopol AB 5155 RB milik tetangganya yang digunakan untuk menjual barang curian tersebut.

Dia mengatakan pelaku selama ini memanfaatkan rumah korban yang sepi, dan menyasar Palawija. “Tup dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Saat ini petugas masih melakukan pengembangan, jika ada warga yang merasa kehilangan bisa melaporkan kejadiannya ke Mapolsek Semanu,” ujarnya.