PTM Sleman Digelar Jika Seluruh Guru Selesai Divaksin

Suasana PTM di SDN Serayu, Jogja, Rabu (28/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
09 Juni 2021 07:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menegaskan kesiapan untuk menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah. Hanya saja, pelaksanaan PTM dilakukan jika sudah mendapatkan persetujuan dari Pemda DIY.

Sekda Sleman Harda Kiswaya menegaskan PTM untuk tingkat SD maupun SMP di Sleman pada dasarnya siap dilaksanakan. Hanya saja, Pemkab masih menunggu persetujuan dan persyaratan tambahan yang akan diberikan oleh Pemda DIY.

Menurut Harda, Pemkab masih menunggu instruksi Gubernur DIY yang salah satunya meminta pelaksanaan PTM digelar setelah seluruh guru mendapatkan vaksinasi Covid-19. "Jadi sebelum PTM digelar akan ada instruksi dari Gubernur DIY. Kami masih menunggu. Kalau tidak ada perubahan, tahun ajaran baru tetap akan digelar," katanya, Selasa (8/6/2021).

Pelaksanaan PTM, kata Harda juga akan memerhatikan zonasi Covid-19 di masing-masing wilayah. Tidak hanya itu, sebelum diterapkan Pemkab akan mengkomunikasikan pelaksanaan PTM tersebut dengan DPRD Sleman. "Ya nanti kami komunikasikan, insyaallah DPRD setuju," katanya.

Baca juga: Meski Kasus Covid-19 DIY Masih Tinggi, Pemda Tak Akan Tes Acak di Perbatasan

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Sleman Arif Kurniawan mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) segera menyampaikan konsep PTM kepada legislatif. Hal itu penting agar Dewan bisa ikut mencermati konsep PTM agar tidak menimbulkan persoalan.

"Apalagi ini anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19. Kami ingin memastikan konsep PTM aman. Jangan sampai muncul klaster sekolah," katanya.

Menurut Arif, masalah setuju atau tidak tergantung dari presentasi PTM yang disampaikan oleh Disdik. Misalnya, terkait sarana dan prasarana protokol kesehatan, mekanisme pembagian jumlah siswa dalam satu kelas dan lainnya. "Termasuk bagaimana penerapan protokol kesehatan yang akan diterapkan," katanya.

Menurut Arif, pelaksanaan PTM menjadi tanggung jawab bersama. Baik eksekutif maupun legislatif. Oleh karenanya, perlu ada kesepakatan bersama penerapan PTM sebelum dilaksanakan.

Kepala Disdik Sleman Ery Widaryana mengatakan pelaksanaan PTM digelar serentak namun tetap melihat situasi dan kondisi zona Covid. PTM dilaksanakan seminggu dua kali dengan sistem shift secara bergiliran. Pembelajaran maksimal dua jam pelajaran untuk tingkat SD dan tiga jam untuk tingkat SMP.