Pencurian di Belakang SMPN 1 Gamping Terungkap karena Aksi Maling Ketahuan Warga

ilustrasi curanmor. - Harian Jogja/Desi Suryanto
11 Juni 2021 11:37 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kelalaian korban menyebabkan pencurian lebih mudah terjadi. Hal ini menimpa Murwani Rahayu, perempuan 59 tahun warga Godean. Ia kehilangan dompet dan ponsel setelah meninggalkan barang tersebut di bagasi motor tanpa mencabut kuncinya.

Kanit Reskrim Polsek Gamping, AKP Budi Fendi, menjelaskan pencurian terjadi di area SMPN 1 Gamping, Jalan Wates KM 7, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, pada Kamis (3/6/2021), siang. "Pelaku MBH, laki-laki 25 tahun warga Mergangsan, Kota Jogja," ujarnya, Jumat (11/6/2021).

Kejadian berawal ketika korban datang ke SMPN 1 Gamping pada pukul 12.30 WIB menggunakan motor Honda Vario. Motor diparkir di halaman belakang, sementara korban akan melaksanakan salat di area sekolah tersebut.

Baca juga: Pedagang Unggas Pasar Turi Terpaksa Direlokasi, Ini Alasannya

Saat akan salat, korban meninggalkan dompet beserta ponselnya di bagasi motor. Namun sayangnya korban lupa mencabut kunci motor dari bawah jok motornya. Kondisi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pelaku untuk mengambil barang di bagasi motor korban.

Aksi pencurian ini terlihat oleh salah satu saksi, yakni Winaryani, perempuan 58 tahun warga Godean. "Saksi memberi tahu korban kalau ada seseorang yang mengambil barang di bawah jok motor. Setelah dicek, ternyata benar barangnya sudah tidak ada," katanya.

Adapun barang yang diambil yakni dompet warna biru yang berisi satu buah ponsel, KTP, dua buah buku rekening bank, dua buah flashdisk, kunci rumah dan uang tunai Rp400.000. Taksiran kerugian korban diperkirakan senilai Rp2.700.000.

Baca juga: Harga Cabai Anjlok, Petani Merugi

Selanjutnya korban pun melaporkan pencurian yang menimpanya kepada Polsek Gamping. Penyelidikan dimulai dengan mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi untuk mendapatkan identitas pelaku.

Pelaku dapat diamankan di Jalan Rara Mendut, Kelurahan Wirogunan, Kemantren Mergangsan, Kota Jogja pada Kamis (10/6/2021). Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.