Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Petugas melakukan pengukuran suhu tubuh kepada warga yang akan melakukan pencoblosan Pilkada Sleman di TPS 04 Pedukuhan Paten, Tridadi, Sleman, Rabu (9/12/2020). /Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA - Satgas Covid-19 di tingkat mikro mengaku kesulitan mengendalikan masyarakat untuk bersinergi dalam penanggulangan Covid-19. Derasnya arus informasi di sosial media disebut menjadi menjadi salah satu penyebab masyarakat kurang paham dalam penanggulangan Covid-19 hingga menyulitkan Satgas Penanganan Covid-19 di tingkat mikro.
Kepala Kampung Sayidan, Kemantren Gondomanan, Imawan Wibisana mengungkapkan, saat ini di wilayah setempat secara struktur memang belum terbentuk Satgas Penanganan Covid-19. Namun, ia mengaku bahwa peran itu diemban oleh Kampung Tangguh Bencana (KTB) yang juga sudah dibentuk di wilayah itu.
"Secara resmi memang belum terbentuk [Satgas Penanganan Covid-19]. Tapi karena kami juga ada KTB dan nantinya pengurus Satgas Covid-19 itu-itu juga orangnya, makanya diambil alih oleh pengurus KTB saja," kata dia, Jumat (11/6/2021).
Dia menjelaskan, secara teknis penanganan pihaknya tidak menemukan kendala yang signifikan ketika di lapangan. Sebab, sebagian besar pengurus KTB merupakan relawan yang kerap aktif dalam penanganan Covid-19. Hanya saja, perbedaan persepsi di tengah warga kadang kala menyulitkan pengurus saat menemukan pasien Covid-19.
Baca juga: 20 Lokasi dan Bangunan di Bantul Dikaji sebelum Ditetapkan sebagai Cagar Budaya
"Sekarang kan semua sudah punya gawai sendiri jadi bisa mengakses informasi, jadi persepsinya bisa berbeda-beda, itu kadang cukup merepotkan," imbuhnya.
Dia mencontohkan saat terdapat pasien terkonfirmasi Covid-19 di wilayah itu beberapa waktu lalu. Sesuai aturan warga itu mesti isolasi mandiri dan mendapat pasokan makanan sewaktu isolasi. Namun, ada sebagian warga yang tidak setuju dengan hal itu. Menurutnya warga menyebut bahwa mendatangi lokasi warga yang terkonfirmasi Covid-19 sangat rentan.
"Padahal kalau protokolnya diikuti kan juga tidak terlalu bahaya. Nah hal-hal semacam itu yang kadang ditemukan di lapangan," imbuhnya.
Sementara, Kepala Kampung Demangan, Prayogo Sunaryo mengatakan, di tempatnya Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kampung juga belum terbentuk secara resmi. Namun, penanganan dan penanggulangan Covid-19 telah diampu oleh Satgas di tingkat RT, RW dan juga kelurahan.
"Tetapi karena melihat perkembangan situasi dan kondisi wilayah, kita sudah sejak awal pandemi menyikapi dampak Covid-19 di kampung bersama perangkat kampung Demangan yang terdiri dari 5 RW dan 17 RT," katanya.
Dalam penanganan Covid-19, ia juga tidak menemui kendala. Bagi dia yang terpenting adalah selalu koordinasi dan komunikasi, saling mengingatkan terkait dengan pelaksanaan 5M dan tidak segan menegur warga yang tidak taat prokes.
"Untuk bantuan kebutuhan pangan selama isolasi mandiri dari dinas sosial kita koordinasi dengan kelurahan. Selain itu, bantuan dari swadana masyarakat setempat juga ada. Alat penyemprotan dan desinfektan dari BPBD, tenaga dari warga setempat dan pengobatan atau vitamin dari Puskesmas, jadi semuanya lengkap," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.