Pemkab Bantul Siap Terapkan 75% WFH

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
16 Juni 2021 13:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul akan melakukan berbagai upaya untuk menekan angka penularan kasus Covid-19 yang terus merangkak naik. Salah satunya dengan menerapkan 75% Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Aturan tersebut akan dituangkan dalam Instruksi Bupati (Inbup) yang akan diterbitkan Rabu (16/6/2021). “Kami akan mengatur lagi perkantoran [yang bekerja dari rumah] dari sebeumnya 50 persen menjadi 75 persen yang WFH,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis, Rabu (16/6/2021).

Selain mengatur komposisi WHF 75% dan work from office (WFO) 25%, Pemkab Bantul juga akan membatasi kunjungan kerja dari luar daerah yang dinilai tidak terlalu penting. Kemudian hajatan di masyarakat juga akan dibatasi, “Misalnya tidak boleh makan dengan prasmanan,” ucap Helmi.

Intinya, kata Helmi, perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro kali ini akan lebih masif lagi dalam penegakkan protokol kesehatan baik di internal lingkungan Pemkab Bantul maupun di masyarakat.

Menurut Helmi berdasarkan hasil monitoring Dinas Kesehatan di lapangan, klaster-klaster penularan Covid-19 di Bantul lebih didominasi keluarga karena menggelar berbagai kegiatan masyarakat, seperti hajatan, takziah, dan pertemuan lainnya. ”Khusus hajatan kami akan melakukan upaya lebih ketat dibanding sebelumnya,” ujar Helmi.

Menambah Kapasitas Rumah Sakit

Selain pengaturan protokol kesehatan, ketersediaan tempat tidur di rumah sakit juga akan ditambah untuk menghadapi lonjakan kasus. Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo mengatakan akan menyiapkan surat edaran (SE) kepada semua rumah sakit khusus Covid-19 untuk menambah kapasitas bed atau tempat tidur.

“Bagaimana pun rumah sakit harus ikut berpartisipasi,” ucap Agus.

Saat ini keterisian rumah sakit sudah mencapai 63% untuk non-critical atau dari 267 tempat tidur sudah terisi sebanyak 176 tempat tidur. Sementara tempat tidur critical atau ICU yang tersisa tinggal 20%.  

Tidak hanya menambah tempat tidur, namun keberadaan selter di kalurahan-kalurahan juga akan dimaksimalkan dengan dukungan anggaran dari Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten. Hampir 50% tempat isolasi di beberapa kelurahan masih belum digunakan secara maksimal.