Buntut Corona Mengganas, Wisata candi Prambanan Ditutup Sabtu-Minggu

Wisatawan di Candi Prambanan. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
19 Juni 2021 20:37 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.con, SLEMAN--Taman Wisata Candi Prambanan tutup selama dua hari, Sabtu dan Minggu (19-20/6/2021). Objek wisata budaya yang berlokasi di perbatasan Sleman dan Klaten ini ditutup mengikuti Surat Edaran Bupati Klaten No. 443.5/129 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro untuk Pengendalian Penyebaran Virus Covid-19.

Manager Customer Experience Taman Wisata Candi Prambanan, Sugiyanti, menjelaskan penutupan Candi Prambanan tidak terkait zonasi risiko kapanewon di Sleman, melainkan SE Bupati Klaten yang menginstruksikan objek wisata tutup pada Sabtu dan Minggu pada pekan pertama dan ketiga. “Tutup dua hari untuk menindaklanjuti SE Bupati Klaten,” ujarnya,Sabtu (19/6/2021).

Sementara itu, sejumlah wisata di Sleman masih beroperasional, salah satunya Taman Tebing Breksi. Ketua Pengelola Tebing Breksi, Kholiq Widiyanto, menjelaskan pada Sabtu dan Minggu (19-20/6/2021) ini Tebing Breksi tetap buka seperti biasa.

Tingkat kunjungan pada Sabtu (19/6/2021) menurutnya juga masih lumayan banyak seperti biasa. Hingga pukul 12.30 WIB, tercatat sudah ada kunjungan wisata sebanyak 640 orang. “Kami jalankan SOP [standar operasional prosedur] seperti biasa, kapasitas 50 persen berdasarkan instruksi Dinas Pariwisata,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kembangkan dan Perkuat BUMDes, UMKM, dan Pengrajin, Jasa Raharja Gelar Pelatihan

Ketua Desa Wisata Pulesari, Didik Irwanto, mengatakan tidak ada penutupan Desa Wisata pada Sabtu dan Minggu (19-20/6/2021). Meski demikian, ia mengakui tingkat kunjungan masih sangat minim. “Kunjungan belum banyak, baru 10 persen,” ujarnya.

Ia mengungkapkan tingkat kunjungan biasanya memang hanya berkisar di 10% pada akhir pekan, jauh di bawah pembatasan kapasitas sebesar 50%. Selain kunjungan yang masih minim, ia juga memastikan protokol kesehatan tetap diterapkan baik oleh wisatawan maupun pengelola. “Protokol kesehatan tetap dijalankan,” kata dia.