Prediksi AS vs Turki: Ujian Sempurna atau Kejutan Terakhir Piala Dunia
Prediksi Amerika Serikat vs Turki di Piala Dunia 2026, AS incar kemenangan ketiga meski sudah lolos.
Petugas melakukan simulasi untuk wisatawan di kawasan wisata Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, Jumat (12/6/2020). /Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN- Pemda DIY batal mengambil opsi lockdown dan memilih opsi meningkatkan pelaksanaan pengetatan kegiatan masyarakat (PPKM) dalam menyikapi lonjakan kasus baru Covid-19.
Terkait keputusan itu, Pemkab Sleman pun melakukan langkah-langkah taktis untuk menahan lonjakan kasus harian Covid-19. Salah satunya, terkait dengan penerapan kunjungan wisatawan ke Sleman.
Bupati Sleman Kustini mengatakan destinasi wisata di Sleman tetap dibuka namun dengan dengan menerapkan protokol kesehatan lebih ketat. Jumlah pengunjung dibatasi maksimal hanya 25% dari kapasitas.
Baca juga: Begini Alasan Sri Sultan, Ridwan Kamil, dan Anies Tidak Sanggup Terapkan Lockdown
"Kalau sebelumnya dibatasi 50% saat ini hanya 25%. Ini berlaku di objek wisata yang tidak masuk zona merah. Kalau masuk zona merah (objek wisata) ditutup," kata Kustini, Selasa (22/6/2021).
Satgas, kata Kustini, akan mengawasi penerapan aturan tersebut. Jika terjadi pelanggaran, maka Satgas akan menegur pengelola. "Kami harapkan pengelola wisata menaati aturan ini agar tetap bisa beroperasi dan ekonomi masyarakat tetap bergerak," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Suparmono mengatakan setiap destinasi wisata sudah memiliki Satgas Covid-19 untuk mengawasi pelaksaan protokol kesehatan. Satgas akan melakukan skrining setiap pengunjung yang datang. Mulai dari cek suhu, penggunaan masker dan mengingatkan agar tidak berkerumun.
Baca juga: Banyak Orang Meninggal karena Covid-19, Gus Mus Minta Pemerintah Tarik Rem Darurat
"Yang boleh buka semua objek wisata yang berada di zona hijau dan kuning (berdasarkan zonasi PPKM mikro). Dengan syarat penerapan protokol ketat, pengunjung 25% kapasitas, objek bekerja sama dengan Satgas kalurahan untuk menerapkan prokes," katanya.
Berbeda dengan Pemkab Bantul yang menutup destinasi wisata pantai, Pemkab Sleman tidak mengambil opsi untuk menutup objek wisata tertentu. Objek wisata yang berada di zona merah saja yang ditutup, sementara lainnya bisa beroperasi dengan prokes ketat. "Nah pada akhir pekan, Sabtu Minggu, aparat dinas akan turun ke destinasi untuk membantu mengawasi prokes," tandasnya.
Libur Sekolah
Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan berdasarkan rapat Forkominda Sleman, Pemkab akan mengantisipasi peningkatan kunjungan wisatawan selama libur sekolah. Pengetatan prokes, katanya, tidak hanya dilakukan di objek wisata tetapi juga di sektor pariwisata lainnya.
"Restoran, rumah makan, kafe dan sarana hiburan lainnya, penerapan prokes akan diperketat. Satgas juga diminta untuk tetap melakukan operasi penertiban dan mengedukasi masyarakat," ujarnya.
Pemkab juga mengantisipasi setiap potensi penambahan kasus baru Covid-19. Saat ini, misalnya, beberapa perguruan tinggi melakukan penerimaan mahasiswa baru melalui ujian mandiri. "Peserta ujian mandiri ini hadir di tempat dan ini menimbulkan peningkatan potensi kunjungan. Tidak hanya untuk ikut ujian, keluarganya juga datang untuk berwisata," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prediksi Amerika Serikat vs Turki di Piala Dunia 2026, AS incar kemenangan ketiga meski sudah lolos.
Rupiah menguat ke Rp17.922 per dolar AS, didorong efisiensi anggaran MBG dan intervensi Bank Indonesia.
Warga Pracimantoro ajukan 13 tuntutan, desak revisi RTRW Wonogiri dan tolak pabrik semen demi kelestarian karst.
Libur sekolah picu lonjakan penumpang kereta di Jogja hingga 54 ribu, naik 21 persen dari hari biasa.
"Desa Kranggan luar biasa majunya. Ini yang terus kita potret. Kita tadi ajak sebagian kepala dinas kita untuk melihat langsung bagaimana desa ini berkembang"
OJK cabut izin BPR Ceper Klaten. LPS jamin simpanan nasabah dan proses likuidasi hingga Oktober 2026.