UAD Gelar Pelatihan Swamedikasi untuk Isoman

Wahyu Widyaningsih. (ist)
24 Juni 2021 21:37 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Tim Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang terdiri dari apoteker Wahyu Widyaningsih, apoteker Vivi Sofia, dan apoteker Iis wahyuningsih, menyelenggarakan pelatihan swamedikasi saat isolasi mandiri pada siswa SMA Muhammadiyah Jogja.

Kegiatan yang telah dilakukan pada Senin (31/5) ini merupakan bagian dari kegiatan pegabdian masyarakat yang rutin diselenggrakan oleh Fakultas Farmasi UAD. Kegiatan yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UAD akan  dilaksanakan dalam beberapa tahap mulai bulan Mei sampai Agustus  2021.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi UAD, apoteker Wahyu Widyaningsih mengatakan latar belakang diselenggarakan kegiatan adalah makin meningkatnya pasien Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan yang harus mengalami isolasi mandiri di rumah.  

“Masyarakat harus tahu tata cara isolasi mandiri di rumah jika positif Covid-19 agar segera pulih dari penyakit tersebut. Swamedikasi adalah suatu cara pengobatan sendiri yang dapat dilakukan untuk penyakit ringan dengan obat obat bebas atau bebas terbatas,” ujar Wahyu, seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Kamis (24/6).

Menurut Wahyu, pada penderita Covid-19 yang sedang isolasi mandiri dengan gejala ringan perlu beberapa jenis obat untuk mengatasi gejala, vitamin dan obat herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar segera sembuh dari penyakit tersebut.  Beberapa jenis obat dan suplemen dapat dibeli secara bebas di apotek atau toko obat. Pelaksanaan swamedikasi harus memenuhi kriteria penggunaan obat yang rasional, antara lain ketepatan pemilihan obat, ketepatan dosis obat, tidak ada kontraindikasi, tidak ada interaksi obat dan tidak ada polifarmasi. Oleh karena itu perlu pengetahuan untuk melakukan swamedikasi secara tepat untuk mengatasi gejala ringan Covid-19 pada saat isolasi mandiri.
Terkait dengan peserta pelatihan, Wahyu menyebut siswa SMA merupakan masyakat yang sudah dewasa secara mandiri dapat melakukan swamedikasi untuk mengatasi penyakit ringan yang dialaminya termasuk gejala ringan saat isolasi mandiri.

SMA Muhammadiyah 1 Jogja dipilih sebagai masyarakat sasaran karena merupakan sekolah favorit di Kota Jogja dengan siswa berasal dari berbagai daerah di Jogja sehingga dapat dijadikan sebagai kader sehat untuk sekolah tangguh Covid-19. 

Kegiatan pelatihan dilakukan secara daring terdiri dari beberapa materi yaitu Covid-19, gejala dan pencegahannya; isolasi mandiri dan upaya yang dilakukan pada saat isolasi mandiri; swamedikasi pada saat isolasi mandiri; suplemen yang diperlukan pada saat isolasi mandiri; serta herbal yang dapat digunakan untuk Covid-19.  Kegiatan ini dilengkapi dengan pelatihan  pembuatan sediaan herbal dan hand sanitizer yang dapat digunakan untuk pencegahan Covid-19.