Klasemen Liga Inggris: Arsenal Gusur Man City dari Puncak
Arsenal memimpin klasemen Liga Inggris dengan 24 poin setelah mengalahkan Liverpool. Manchester City tertinggal tiga poin di posisi kedua.
Kapolres Bantul AKBP Ihsan saat meminta keterangan tersangka E di Mapolres Bantul, Rabu (30/6/2021). /Ist-dok
Harianjogja.com, BANTUL - Tersangka pencabulan dua santri di Bantul, telah ditangkap. Tersangka berinisial E memberikan pengakuan mengejutkan.
E merupakan salah satu pengasuh di sebuah pondok pesantren di Trirenggo, Bantul, tempat kedua bocah mencari ilmu. Dua korban berinisial D, 15 dan H, 15 merupakan santrinya.
Kapolres Bantul, AKBP Ihsan mengatakan tersangka E mengaku melakukan aksinya dengan motif balas dendam. E pernah menjadi korban pencabulan, pada usia 17 tahun, ketika menempuh pendidikan pondok pesantren di Lampung dan juga Palembang. “Jadi semacam balas dendam” terang Kapolres, Rabu (30/6/2021).
Baca juga: Astaga...Gara-Gara Hal Konyol Ini, Dua Bocah di Bantul Jadi Korban Pelecehan di Kandang Kuda
Lebih lanjut Kapolres mengungkapkan kasus pencabulan ini berawal dari laporan salah satu korban ke keluarga korban. Keluarga korban pun melaporkan hal tersebut ke kepolisian. Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus. Tak hanya mengamankan tersangka, petugas mengamankan beberapa barang bukti di antaranya, pakaian dari kedua korban.
E telah tiga tahun menjadi pengasuh di ponpes tersebut. Selama menjadi pengasuh, E biasa bertugas menjaga blok tempat kedua korban menginap dan belajar. Sejauh ini, berdasarkan pengakuan tersangka, ada dua santri yang menjadi korban, yakni D dan H.
“Peristiwa pertama terjadi Desember 2020 lalu dan terbaru Juni 2021 kemarin. Tapi, kami masih dalami lagi untuk kemungkinan ada korban lainnya,” tambah Kapolres.
Baca juga: Tersangka Pencabulan Dua Santri di Bantul Ditangkap, Pelaku Adalah Pengasuh Ponpes
Menurut Ihsan, modus yang digunakan oleh pelaku untuk membujuk korban ada berbagai macam. Mulai dari mengajak makan, meminjamkan HP ataupun laptop. Setelah, cukup lama, korban diminta untuk tidur di ranjang. Saat di ranjang tersebut, pelaku melakukan aksinya [oral seks].
“Modus ini dipakai untuk untuk kedua korban,” lanjut Kapolres.
Akibat perbuatannya, tersangka E akan dijerat pasal Undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arsenal memimpin klasemen Liga Inggris dengan 24 poin setelah mengalahkan Liverpool. Manchester City tertinggal tiga poin di posisi kedua.
Kredit mobil menawarkan sejumlah keuntungan, mulai dari cicilan fleksibel hingga menjaga tabungan. Kenali juga penyebab pengajuan ditolak bank atau leasing.
Deepfake AI semakin sulit dikenali secara visual. Simak empat cara mendeteksi konten palsu agar tidak mudah tertipu misinformasi.
Volkswagen mencatat kerugian operasional €5,9 miliar pada kuartal III 2026. Pelemahan bisnis China dan penurunan nilai investasi Porsche menjadi pemicu.
BNPB menerbitkan delapan langkah kesiapsiagaan bagi pemda untuk mengantisipasi banjir, longsor, dan bencana hidrometeorologi pada musim hujan 2026/2027.
Kia Tasman mendapat dokumen homologasi di Filipina. Pickup bermesin diesel 2.200 cc ini terdaftar bersama varian kendaraan komando taktis.