Bantul Darurat Covid, APD Kian Sulit Dicari

Ketua FPRB Bantul Waljito (memegang mikrofon) saat memberikan arahan di depan Balaidesa Timbulharjo, Sewon, Bantul, Senin (5/7/2021). - Harian Jogja/Jumali
05 Juli 2021 17:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Forum Pengurangan Risiko Pengurangan Bencana (FPRB) Bantul menyebut Bantul darurat Covid-19.

Ketua FPRB Bantul Waljito mengatakan kondisi itu muncul karena angka positif dan kematian Covid-19 yang terus mengalami peningkatan.  FPRB mendorong Pemkab Bantul untuk melakukan refocusing anggaran untuk mendukung penanganan Covid-19.

“Kami menilai perlu ada refocusing APBD Bantul untuk dukungan penanganan Covid-19, utamanya untuk warga yang terdampak Covid-19,” terang Waljito, Senin (5/7/2021).

Waljito menyatakan sebagai bentuk dukungan penanganan Covid-19, maka akan ada penguatan kapasitas kepada 33 tim rukti (pemandi jenazah) dan pengubur jenazah berbasis desa agar mampu melakukan pelayanan yang cepat dan sesuai pedoman yang ada.

 “Selain itu, kami akan membangun persaudaraan desa untuk penanganan jenazah Covid-19. Dukungan APD dan sembako. Kami juga mendorong terbentuknya sistem data yang terintegrasi terkait jumlah kebutuhan warga yang isolasi mandiri bersama dengan Pusdalop BPBD Bantul,” lanjutnya.

Waljito mengatakan penambahan jumlah pasien baik yang positif Covid-19 yang sehat maupun meninggal dunia telah membuat kebutuhan alat pelindung diri (APD) semakin meningkat. Saat ini pihaknya cukup kesulitan mendapatkan APD.