Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Ilustrasi rupiah/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA- Pemda DIY melalui Dinas Sosial mengusulkan sebanyak 121.788 kepala keluarga (KK) menjadi calon penerima bantuan sosial (Bansos) tunai sebagai dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlaku di Jawa dan Bali 3-10 Juli.
Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih mengatakan data mengatakan data 121.788 KK calon penerima bansos tunai tersebut merupakan penerima bansos tunai pada periode Januari-April 2021 yang sudah diverifikasi oleh pemerintah kabupaten dan kota di DIY.
Data tersebut juga merupakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang selama ini tidak menerima bantuan lainnya seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (PBNT) atau bantuan sembako.
Baca juga: Luhut Siapkan Skenario Jika Terjadi Penambahan 40.000 Kasus Covid-19 Harian
“Januari-April sudah diberikan dan datanya empat bulan itu sama. Tapi ketika nanti Mei-Juni belum tahu yang diberikan pusat kuotanya yang disetujui kami masih menunggu Mei-Juni yang akan diberikan Juli,” kata Endang, Selasa (6/7/2021).
Namun demikian Endang memastikan akan ada perpanjangan penyaluran bansos tunai untuk Mei-Juni yang akan diberikan pada Juli ini dengan besaran bantuan Rp300.000 per bulan yang akan dibayar sekaligus selama dua bulan Rp600.000. Akan tetapi berapa kuotanya masih dalam verifikasi Kementerian Sosial.
Selain bansos tunai dari Kementerian Sosial, Pemda DIY juga tengah mengkaji untuk memberikan bantuan bagi warga dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak PPKM Darurat. Namun Endang belum bisa memastikan karena masih melakukan refocusing anggaran Dinas Sosial 2021.
Baca juga: Kabar Baik untuk Pelaku Pariwisata, Sandiaga Janji Percepat Penyaluran Dana Hibah
Yang pasti, kata dia, Bansos tunai dari APBN tetap diperpanjang. Demikian bantuan PKH dan BPNT juga tetap jalan seperti biasa. “Bagi yang terdampak [dan tidak mendapat bantuan lainnya seperti PKH, BPNT, Bansios tunai dari APBN] yang tidak bisa bekerja ini juga kami baru bergerak hari ini akan refokusing anggaran lagi untuk warga terdampak PPKM Darurat. Anggaran baru disisir belum bisa dipastikan yang dapat kami baru sisir anggaran nanti kita lakukan apa yang bisa bantu saudara terdampak,” papar Endang.
Sebagaimana diketahui Kementerian Sosial akan memperpanjang penyaluran bansos tunai yang sebelumnya telah dihentikan pada April lalu. Perpanjangan bansos tunai ini seiring dengan adanya PPKM Darurat di Jawa dan Bali yang diberlakukan pada 3-20 Juli mendatang. Bansos tunai sebesar Rp300.000 per bulan akan disalurkan pada Juli ini untuk Mei dan Juni dengan total Rp600.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
KPK menyambut positif pembentukan tim penyidik Kejagung untuk menangani kasus Febrie Adriansyah yang kini masih berstatus saksi.
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Dokter UI mengembangkan NAVI-HF berbasis AI untuk mendeteksi penumpukan cairan paru pada pasien gagal jantung dengan akurasi mencapai 86 persen.