Terdampak PPKM Darurat, 121.788 KK di DIY Diusulkan Menerima Bansos Tunai

Ilustrasi rupiah - Reuters
06 Juli 2021 14:07 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pemda DIY melalui Dinas Sosial mengusulkan sebanyak 121.788 kepala keluarga (KK) menjadi calon penerima bantuan sosial (Bansos) tunai sebagai dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlaku di Jawa dan Bali 3-10 Juli.

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih mengatakan data mengatakan data 121.788 KK calon penerima bansos tunai tersebut merupakan penerima bansos tunai pada periode Januari-April 2021 yang sudah diverifikasi oleh pemerintah kabupaten dan kota di DIY.

Data tersebut juga merupakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang selama ini tidak menerima bantuan lainnya seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (PBNT) atau bantuan sembako.

Baca juga: Luhut Siapkan Skenario Jika Terjadi Penambahan 40.000 Kasus Covid-19 Harian

“Januari-April sudah diberikan dan datanya empat bulan itu sama. Tapi ketika nanti Mei-Juni belum tahu yang diberikan pusat kuotanya yang disetujui kami masih menunggu Mei-Juni yang akan diberikan Juli,” kata Endang, Selasa (6/7/2021).

Namun demikian Endang memastikan akan ada perpanjangan penyaluran bansos tunai untuk Mei-Juni yang akan diberikan pada Juli ini dengan besaran bantuan Rp300.000 per bulan yang akan dibayar sekaligus selama dua bulan Rp600.000. Akan tetapi berapa kuotanya masih dalam verifikasi Kementerian Sosial.

Selain bansos tunai dari Kementerian Sosial, Pemda DIY juga tengah mengkaji untuk memberikan bantuan bagi warga dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak PPKM Darurat. Namun Endang belum bisa memastikan karena masih melakukan refocusing anggaran Dinas Sosial 2021.

Baca juga: Kabar Baik untuk Pelaku Pariwisata, Sandiaga Janji Percepat Penyaluran Dana Hibah

Yang pasti, kata dia, Bansos tunai dari APBN tetap diperpanjang. Demikian bantuan PKH dan BPNT juga tetap jalan seperti biasa. “Bagi yang terdampak [dan tidak mendapat bantuan lainnya seperti PKH, BPNT, Bansios tunai dari APBN] yang tidak bisa bekerja ini juga kami baru bergerak hari ini akan refokusing anggaran lagi untuk warga terdampak PPKM Darurat. Anggaran baru disisir belum bisa dipastikan yang dapat kami baru sisir anggaran nanti kita lakukan apa yang bisa bantu saudara terdampak,” papar Endang.

Sebagaimana diketahui Kementerian Sosial akan memperpanjang penyaluran bansos tunai yang sebelumnya telah dihentikan pada April lalu. Perpanjangan bansos tunai ini seiring dengan adanya PPKM Darurat di Jawa dan Bali yang diberlakukan pada 3-20 Juli mendatang. Bansos tunai sebesar Rp300.000 per bulan akan disalurkan pada Juli ini untuk Mei dan Juni dengan total Rp600.000.