Advertisement
Demi Kemanusiaan, Aula Kelurahan Ngupasan Jadi Selter Covid-19
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kelurahan Ngupasan, Kemantren Gondomanan menjadikan aula kelurahan setempat menjadi selter khusus pasien Covid-19 tanpa gejala. Aula yang dijadikan selter sejak 28 Juni lalu tersebut saat ini sudah terisi empat orang.
Lurah Ngupasan, Didik Agus mengatakan keempat penghuni selter tersebut satu keluarga dan merupakan warga Kampung Ratmakan. Sebenarnya aula Kelurahan Ngupasan belum bisa dikatakan sebagai selter karena belum ada fasilitas termpat tidur maupun koordinator selternya.
Advertisement
BACA JUGA : Wisma Kagama dan UC Hotel Resmi Digunakan sebagai Selter Covid-19
Aula tersebut dijadikan selter karena kebetulan empat orang yang menghuni tersebut rumahnya tidak memungkinkan untuk dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri (Isoman). Sebab kamar mandi bagi keluarga tersebut memanfaatkan amar mandi umum yang dijadikan satu dengan warga lainnya, sehingga untuk menghindari penularan keluarga yang positif tersebut diminta pindah ke aula kelurahan.
“Sebarnya kita kemanusiaan saja. Satu sisi rumahnya tidak memungkinkan untuk isoman. Di sis lain semua selter yang disediakan pemerintah penuh, akhirnya kita minta untuk tinggal di aula,” ujar Didik, Rabu (14/7). Keluarga yang positif Covid-19 tersebut sudah menghuni aula sejak 28 Juni lalu dan rencananya hari ini sudah selesai dan dibolehkan untuk pulang kembali ke rumah.
Selain menjadikan aula sebagai selter. Pemerintah Kelurahan Ngupasan bersama Satgas Covid-19 tingkat Kemantren Gondomanan, polisi dan TNI juga rutin melakukan monitoring Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Ngupasan. Hasilnya, Didik mengaku masih ada tempat usaha yang belum patuh.
BACA JUGA : Covid-19 DIY Mengganas, Gedung Sekolah & Kampus Diusulkan Jadi Selter
“Sebagian besar sudah patuh menutup toko dan warung makan hanya menyediakan take away. Tapi masih ada satu dua yang melanggar,” ucap Didik.
Didik menambahkan untuk kawasan Malioboro dan Ketandan semuanya dipastikan tutup, bahkan toko-toko emas di Ketandan sudah tutup lebih dulu sebelum diberlakukannya PPKM Darurat. Hal itu menyusul adanya tiga toko yang pemilik dan karyawannya terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga Satgas Penanganan Covid-19 Kelurahan Ngupasan meminta semua toko kawasan Ketandan tutup sejak 1 Juli lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Eks Menara Kopi Kotabaru Mulai Ramai Bus Pariwisata
- Satpol PP Masih Temukan Wisatawan Merokok dan Otoped di Malioboro
- Omzet Penjual Salak Jalan Jogja Solo Turun 40% Akibat Macet
- Arus Balik, 15.287 Kendaraan Keluar DIY Via Gerbang Tol Purwomartani
- Lebaran, Pengunjung Candi Prambanan Capai 18.500 Orang Sehari
Advertisement
Advertisement







