Waduh, Bantul Kekurangan Petugas Pengawas Pemotongan Hewan Kurban

Petugas membacakan nama orang yang berkurban sebelum penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH) Giwangan, Jogja, Jumat (31/7). Pemerintah Kota Jogja menghimbau panitia kurban di Jogja untuk melakukan pemotongan di RPH deni mencegah kerumunan massa sebagai bagian dari protokol kesehatan pencegahan Covid-19. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
15 Juli 2021 14:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-- Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DP2KP) Bantul membentuk tim pengawasan kesehatan dan kelayakan hewan kurban dengan jumlah personel sebanyak 150 orang. Jumlah personel tersebut lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang mencapai 200 orang.

“Tahun lalu memang ada 200 orang yang masuk dalam tim pengawasan. Tahun ini, hanya 150 personel saja. Banyak yang pensiun dan juga karena ada keterbatasan anggaran refocusing,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, DP2KP Bantul, Joko Waluyo, Kamis (15/7/2021).

Menurut Joko, 150 orang yang masuk dalam tim pengawasan hewan kurban tersebut terdiri dari tenaga medis dan paramedis dari kedokteran hewan dan penyuluh. Beberapa di antara petugas tersebut juga masuk dalam tim pemantauan hewan sebelum Iduladha. Sementara untuk bantuan relawan pengawas kesehatan dari perguruan tinggi, sejak pandemi Covid-19 ditiadakan.

Untuk itu, Joko mengungkapkan tetap akan memaksimalkan petugas yang ada. Meskipun, idealnya, DP2KP membutuhkan 300 personel pengawas dengan asumsi setiap orang mengawasi lima hingga enam titik.

“Padahal di Iduladha tahun ini kami perkirakan bisa mencapai lebih dari 2.500 titik pemotongan. Namun, bagaimana lagi, kami hanya bisa memaksimalkan petugas yang ada,” jelas Joko.

Joko memastikan, meski memiliki personel terbatas, tetapi pemeriksaan hewan kurban di titik pemotongan dilakukan dengan ketat mulai dari sisi penyakit hewan dan kelayakan daging kurban. Selain itu petugas pengawasan harus memastikan penerapan protokol kesehatan di semua titik pemotongan untuk mencegah penularan Covid-19.

Lebih lanjut Joko menyatakan, nantinya petugas pengawasan hewan juga dibekali dengan alat pelindung diri (APD). Sementara untuk data jumlah hewan kurban yang akan dipotong pada IdulAdha tahun ini, diperkirakan jumlah sapi yang dipotong meningkat dari 6.634 ekor menjadi 6.500 ekor. “Sedangkan untuk domba dan kambing kami perkirakan mengalami penurunan,” ucap Joko.