Nakes RSPS Bantul Meninggal, 130 Orang Isoman

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih bersama Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo serta direksi RSUD Panembahan Senopati Bantul dan karyawan saat menyalatkan jenazah Widodo, Kamis (22/7 - 2021).
22 Juli 2021 14:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Kabar duka datang dari Rumah Sakit Panembahan Senopati (RSPS), Bantul, Kamis (22/7/2021). Widodo Lestari, 46, salah satu perawat di rumah sakit tersebut meninggal dunia. Widodo meninggal setelah sempat menjalani perawatan selama 10 hari karena terinfeksi virus Corona.

Kepala Subbag Hukum Pemasaran dan Kemitraan RSPS Bantul Siti Rahayuningsih mengatakan Widodo adalah perawat bekerja di bangsal bedah. Almarhumah telah bekerja di RSPS sejak 1994.

BACA JUGA: Kisah Pilu Mahasiswa Indekos Meninggal Akibat Covid-19

“Setelah 10 hari dirawat, beliau meninggal dunia,” kata Siti, Kamis.

Siti berharap meninggalnya Widodo menjadi kasus pertama dan terakhir di RSPS. Almarhumah meninggalkan satu istri dan dua orang anak. Selain Widodo, di RSPS saat ini masih ada 130 tenaga kesehatan yang harus menjalani isolasi mandiri baik karena dinyatakan positif maupun suspek Covid-19.

Saat ini perawatan di RSPS cukup terdampak.

“Kami sendiri saat ini sudah kelebihan kapasitas. Ditambah banyak nakes yang isolasi mandiri. Kami tetap berupaya optimal, meskipun sangat sulit mencari sukarelawan yang mau membantu. Saat ini hanya ada enam sukaelawan dan ini kami optimalkan,” kata Siti.

Sementara Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyatakan duka mendalam atas kepergian Widodo.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Bantul dan masyarakat Bantul, merasakan kehilangan seorang sosok perawat yang gigih dan berdedikasi tinggi melayani pasien rumah sakit, terimakasih atas semua jasa- jasa beliau yang secara nyata telah ikut serta mewujudkan warga Bantul yang sehat,” ucap Halim.