PPKM Tidak Menghambat Pelayanan Penerimaan Mahasiswa Baru USD

Mahasiswa Universitas Sanata Darma (USD). - Ist/USD.
28 Juli 2021 06:27 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Pelayanan penerimaan mahasiswa baru (PMB) di Universitas Sanata Dharma tidak terhambat meskipun ada pembatasan kegiatan di berbagai kantor dan institusi Pendidikan. Pembatasan itu untuk mengendalikan penyebaran virus Covid 19 serta varian-varian barunya Pemerintah memperpanjang PPKM sampai dengan tanggal 2 Agustus. USD telah memiliki system dan sarana PMB yang memadai. Calon mahasiswa baru bisa dengan mudah mendaftar dan tes dari rumah.

Wakil Rektor IV Universitas Sanata Dharma F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D. menjelaskan adopsi teknologi untuk mendaftar dan tes dari rumah ini telah meningkatkan dan memperluas jangkauan pelayanan USD. Calon mahasiswa yang berasal dari berbagai kota dan daerah di Indonesia dengan mudah dapat dilayani pendaftaran dan tesnya. Hal ini menegaskan manfaat teknologi informasi sebagai sarana untuk meningkatkan akses dan inklusi pendidikan.

“Pendidikan yang bermutu tidak hanya dinikmati oleh masyarakat di perkotaan tetapi juga menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah-daerah terpencil. Dengan ketersediaan internet, masyarakat bisa mengakses Pendidikan dengan baik,” katanya dalam rilisnya, Selasa (27/7/2021).

Ia menambahkan engan tersedianya sarana mendaftar dan tes dari rumah secara online ini, jumlah calon mahasiswa USD telah melampaui jumlah pendaftar tahun lalu secara signifikan. Pendaftaran calon mahasiswa baru (PMB) akan dilayani sampai dengan tanggal 8 Agustus 2021. Perencanaan studi akan dilakasanakan pada minggu ketiga dan kuliah regular akan dimulai pada tanggal 23 Agustus. Layanan tes dari rumah adalah salah satu bentuk kesiapan USD menyelenggarakan pendidikan tinggi secara daring yang cocok di masa pandemic ini.

“Pandemi ini telah mempercepat institusi Pendidikan mengadopsi teknologi informasi secara besar-besaran. Penggunaan teknologi informasi sering dikhawatirkan akan menurunkan kualitas Pendidikan dan membatasi akses masyarakat tertentu terhadap Pendidikan,” ujarnya.

Namun demikian, apabila penggunaan teknologi informasi dilakukan dengan perencanaan yang matang dan didukung sarana yang memadai maka penurunan mutu dan pembatasan akses tidak akan terjadi. Justru sebaliknya mutu pembelajaran akan semakin membaik dan jangkuan layanan akan semakin luas.

Menyadari hal tersebut USD telah menyiapkan sarana dan prasarana pembelajaran yang sepenuhnya bisa mendukung pembelajaran baik tatap muka langsung, online, maupun bauran. USD memiliki LMS yang sangat memadai untuk mendukung pembelajaran secara daring yang dikelola oleh Pusat Pengembangan dan Inovasi Pembelajaran (PPIP).

“PPIP mengembangkan LMS dengan berdasarkan pada konsep Outcome Based Education dipadukan dengan keunggulan paradigma pedagogi reflektif,” katanya.

Selain itu beberapa skema bantuan juga telah disiapkan bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan karena pandemi. Pemberian beasiswa dikelola oleh Lembaga Kesejahteraan Mahasiswa. Bantuan kuota internet bagi mahasiswa aktif dan pemotongan uang kuliah juga diberikan kepada mahasiswa yang membutuhkan.

Penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran di USD juga telah memperluas kemungkinan mahasiswa belajar dengan lebih leluasa. Mahasiswa bisa mengambil mata kuliah di universitas-universitas mitra USD baik di dalam maupun di luar negeri. Di dalam negeri, mahasiswa USD bisa mengambil mata kuliah dari 14 universitas yang tergabung dalam konsorsium NUNI atau di 16 universitas yang tergabung dalam konsorsium APTIK. Pada tingkat internasional mahasiswa bisa memilih belajar di 14 universitas di Asia-Pasifik yang menjadi anggota consortium AJCU-AP. 

“USD juga menjadi anggota konsorsium internasional IAJU dengan anggota 300 lebih universitas yang tersebar di semua benua. Mahasiswa bisa memilih mata kuliah dari universitas-universitas tersebut. Pandemi telah mendorong percepatan adopsi teknologi dan memperluas akses mahasiswa terhadap Pendidikan yang bermutu,” katanya.