Ibu Hamil dan Kalangan Disabilitas di Sleman Mulai Divaksin

rnLeginem salah seorang pedagang Pasar Sleman saat menjalani vaksinasi Covid-19 di GOR Pangukan Sleman, Rabu (9/6/2021)-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak
05 Agustus 2021 23:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk melindungi ibu hamil dan kalangan disabilitas dari penularan virus Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mulai memberikan vaksin Covid-19 kepada kelompok rentan ini.

Kabid Penangulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman Novita Krisnaeni mengatakan Dinkes mulai memberikan vaksin Covid-19 kepada para ibu hamil di Sleman. Di Sleman, katanya, ada sekitar 4.500 ibu hamil yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19. Jumlah tersebut berdasarkan usia kehamilan antara 13-33 minggu.

Mereka yang menjadi sasaran vaksinasi, lanjut Novita, selain bisa mendaftar secara mandiri melalui website daftarvaksin.slemankab.go.id bisa juga dengan cara dimobilisasi oleh masing-masing puskesmas. "Besok pagi (hari ini) sudah mulai ada ibu hamil yang divaksin. Ada sekitar 10 ibu hamil yang akan divaksin," kata Novita kepada Harianjogja.com, Kamis (5/8/2021).

BACA JUGA: Mau Level PPKM di Sleman Turun, Ini yang Harus Dilakukan

Salah satu alasan pemberian vaksin Covid-19 di Sleman, kata Ketua Pokja KIPI Sleman ini, karena kasus kematian ibu hamil dalam masa persalinan cukup tinggi. Jika sebelum ada pandemi Covid-19, katanya kasus kematian ibu saat melahirkan antara 8-11 kasus, pada tahun 2021 ini angkanya naik dua hingga tiga kali lipat.

"Data yang kami terima, jumlah kematian ibu hamil yang melahirkan ada sebanyak 28 kasus. Itu sejak Januari hingga Juli," katanya.

Dari 28 kasus tersebut, sebanyak 24 kasus ibu hamil meninggal akibat terpapar Covid-19 sementara empat kasus kematian bukan disebabkan oleh virus Corona. "Ya angka kasus kematian ibu hamil enam bulan terakhir ini saja sangat tinggi. Padahal sebelum pandemi kasusnya antara 8-11 kasus," katanya.

Ia meminta baik ibu hamil maupun orang-orang terdekatnya menerapkan protokol kesehatan agar kelompok rentan ini tidak terpapar Covid-19. Kalau ibu hamil merasa sudah menerapkan prokes, ia meminta untuk tetap meningkatkan prokes. Agar ia dan bayinya tetap aman dari virus Corona.

"Kalau diminta menunda kehamilan ya tidak juga. Tidak perlu menunda rencana memiliki momongan. Cukup dengan menerapkan dan meningkatkan prokes agar ibu hamil tidak mudah terpapar Covid-19," pintanya.

Kelompok Difabel

Selain menyasar kalangan ibu hamil, vaksinasi Covid-19 juga mulai menyasar kalangan penyandang disabilitas. Sebanyak 125 penyandang disabilitas mengikuti program vaksinasi di Sleman City Hall, Kamis (5/8/2021).

Kegiatan vaksinasi tersebut merupakan program Polda DIY yang bekerjasama dengan Dinas Sosial Sleman dan Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sleman.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Sleman, Wisnu Wardoyo menjelaskan penyandang disabilitas menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi penyebaran Covid-19. Penyandang disabilitas yang mengikut vaksinasi ini sebanyak 125 orang. Selain itu, 150 pendampingnya juga turut divaksin.

"Sebelumnya Dinsos dan PPDI Sleman melakukan sosialisasi dan pendataan bagi penyandang Disabilitas di wilayah Sleman untuk mengikuti program vaksinasi," kata Wisnu.

Ketua PPDI Sleman, Sukamto mengatakan selain di lokasi tersebut sejumlah penyandang disabilitas telah mengikutin progran vaksin di sejumlah tempat. Dia menyebut sebanyak 2.000 penyandang disabilitas di wilayah Sleman telah mengikuti vaksinasi.

"Dari 7.000 penyandang disabilitas di Sleman, baru 2.000 orang yang sudah divaksin. Kami terus melakukan sosialisasi agar seluruh penyandang disabilitas dapat mengikuti vaksinasi," jelasnya.

Salah satu penyandang disabilitas, Akbar, mengaku tidak mengalami kendala selama proses pendaftaran hingga vaksinasi. Ia pun mengajak kepada ke rekan sesame penyandang disabilitas untuk mengikuti vaksinasi.