Hari Jadi Gunungkidul ke-196, Gayeng Guyub dan Tentrem Atine
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Foto Ilustrasi, kondisi kambing setelah terkena gigitan anjing liar di Dusun Serut, Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih. -Ist/Polsek Pengasih
Harianjogja.com, TEPUS - Pemerintah Kalurahan Purwodadi, Tepus, Gunungkidul mencatat dalam kurun satu minggu ada 14 kambing warga yang mati secara misterius. Diduga kematian hewan ternak ini karena digigit kawanan hewan liar yang sering menyerang pada saat musim kemarau.
Lurah Purwodadi, Tepus, Gunungkidul Sagiyanto mengatakan, serangan terhadap hewan ternak sudah mulai terlihat. Selama satu minggu terakhir ada empat lokasi penyerangan yang tersebar di Dusun Danggolo dan Ngande-ande.
BACA JUGA : 5 Ekor Kambing di Tepus Mati Diserang Hewan Liar
“Serangan terakhir diketahui pada Rabu [4/8]. Satu kambing dilaporkan mati,” kata Sagiyanto kepada wartawan, Kamis (5/8/2021).
Dia mengungkapkan, sudah ada 14 kambing milik warga yang mati. Meski demikian, Sagiyanto belum bisa memastikan penyebab kematian ini karena warga tidak ada yang tahu kapan peristiwa penyerangan tersebut terjadi. Dilihat dari ciri-ciri serangan ada kesamaan karena ada bekas gigitan di bagian leher atau pun perut.
Selain itu, tidak ada daging yang dimakan. Adapun ciri lainnya, ternak-ternak mati disebabkan karena kehabisan darah.
“Diduga dilakukan oleh kawanan hewan liar. Peristiwa penyerangan di wilayah Purwodadi sudah sering terjadi dan hampir berulang setiap tahunnya,” ungkapnya.
BACA JUGA : Waspada! Di Gunungkidul Banyak Ternak Mati Digigit Hewan
Jogoboyo Kalurahan Purwodadi, Suyanto mengatakan, ancaman serangan hewan liar tidak lepas dari kebiasaan warga yang memelihara ternak di area ladang yang jauh dari perumahan. Kebiasaan ini dilakukan untuk mempermudah memberikan pakan terhadap ternak yang dipelihara. “Ada ratusan yang dipelihara di ladang,” katanya.
Ditambahkannya, ada beberapa cara untuk menghindari serangan hewan liar. Salah satunya dengan memindahkan area kadang mendekat ke perumahan saat musim kemarau sehingga mudah dalam pengawasan. Adapun cara lainnya, warga memperkuat kandang agar tidak mudah dirusak. Namun, kata dia, dengan memperkuat kadang potensi serangan masih mungkin terjadi karena ternak-ternak tidak bisa diawasi secara penuh.
“Yang jelas kami terus mengimbau kepada warga untuk terus waspada terhadap potensi serangan hewan liar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Arab Saudi mengecam serangan Houthi terhadap fasilitas sipil dan situs suci serta menegaskan hak membela wilayah dan kedaulatan.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah Rp114.000 per kg dan telur ayam ras Rp31.550 per kg pada 6 Oktober 2026.
Pembangunan RTH eks Parkir Abu Bakar Ali dimulai dan ditargetkan rampung Desember 2026 dengan konsep perpaduan hutan dan taman kota.
Ledakan di Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, menyebabkan lima orang terluka dan sedikitnya 20 bangunan mengalami kerusakan.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Selasa (6/10/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.