Program Rajutan Sibakul Jogja Menjadi TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik

Pemda DIY melalui DisKopUKM DIY saat memberikan bantuan kepada koperasi yang terdampak pandemi, Rabu (4/8/2021). - Ist/Humas
06 Agustus 2021 06:07 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Program Rajutan Sibakul Jogja dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DisKopUKM) DIY menjadi salah satu pemenang di Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021. Kompetisi ini merupakan Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (PAN RB RI) untuk lingkungan Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, dan BUMD.

Rajutan Sibakul merupakan kepanjangan dari Cara Jitu Usaha Tangguh dengan Sistem Pembinaan Koperasi dan Pelaku Usaha. Pemenang inovasi yang diumumkan pada 29 Juli 2021 ini berhasil menyisihkan sejumlah 1.600 usulan inovasi lain dari seluruh Indonesia. Sebelum mengerucut menjadi 45 pemenang, ada tahapan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik.

Menurut Kepala DisKopUKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, keberhasilan program Sibakul Jogja merupakan indikasi transformasi pelayanan publik yang responsif. Hal ini terutama dalam membantu pemasaran produk-produk UKM secara online untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah selama masa pandemi berlangsung.

“Salah satu kunci keberhasilan Sibakul Jogja adalah kemampuannya dalam bertransformasi menjadi markethub yang membantu pemasaran produk-produk UKM selama masa pandemi Covid-19 berlangsung,” kata Nurkyatsiwi.

Sebelum menjadi markethub, Sibakul merupakan sistem pendataan UKM yang ada di DIY. Namun fungsi Sibakul Jogja semakin berkembang sesuai dengan kebutuhan. Program ini juga semakin meluas dengan kolaborasi bersama KADIN DIY serta jasa armada angkutan atau transportasi online seperti GOJEK, GRAB, PT Pos Indonesia, dan KiriminAja.

Adapula program pemberian ongkos kirim (ongkir) kepada UKM yang tergabung dalam Sibakul Jogja. Bekerja sama dengan armada transportasi online, program ini bertujuan agar pemasaran produk-produk UKM bisa terbantu dan berkembang. “Hal ini mendorong juga perubahan pola bisnis UKM dari bisnis konvensional menjadi bisnis digital. Alhasil, selama hampir dua tahun, alokasi ongkos kirim yang digulirkan sudah mencapai Rp1 miliar. Bantuan ini berdampak dalam menggerakkan ekonomi daerah sebesar tujuh kali lipatnya, atau setara dengan Rp7 miliar,” kata Nurkyatsiwi.

Tidak hanya dalam lingkup DIY, bantuan gratis ongkir ini juga bisa menjangkau luar DIY bahkan luar negeri. Hal ini sebagai upaya DisKopUKM DIY dalam membuat UKM di DIY naik kelas. Selain bisa menggerakkan perekonomian, sistem bebas ongkir juga dukungan Pemda DIY untuk social distancing antara konsumen dengan UKM.

Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021 yang Sibakul Jogja dapatkan akan menjadi motivasi ke depan. Tidak hanya bentuk apresiasi, namun yang lebih penting adalah dampak baik yang coba diupayakan program ini kepada masyarakat. Program rutin dari Kementerian PAN RB RI ini merupakan salah satu ajang bergengsi. Pemenang akan mendapatkan insentif dari pemerintah pusat.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X berharap Sibakul Jogja terus berinovasi sesuai kebutuhan zaman dan masyarakat. Proses pengembangan Sibakul Jogja menjadi marketplace yang saat ini sedang berjalan merupakan salah satu contohnya.

“Saya berharap inovasi Sibakul Jogja bisa berkembang secara konsisten, menjalin jejaring pemasaran yang terus bertambah, demi kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UKM di DIY,” kata Sri Sultan HB X.