Jadwal Angkutan Wisata Jogja-Ndrini Minggu 26 Juli 2026
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Minggu 26 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Dekan Fakultas Peternakan UGM Profesor Ari Agus (kedua dari kanan) secara simbolis menerima paket bantuan telur dan daging untuk disalurkan ke masyarakat dari perwakilan Japfa, Dody Agung P. Jumat (6/8/2021)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA--Ratusan paket telur dan daging ayam didistribusikan untuk tenaga kesehatan (Nakes) dan warga yang menjalani isolasi mandiri oleh PT Japfa melalui kerja sama dengan Fakultas Peternakan UGM dan Kagama. Kebutuhan protein hewani dinilai mampu memberikan sumber imun bagi tubuh terutama albumin yang bisa didapatkan dari putih telur.
Plan Manager Area Jogja Japfa Dody Agung menjelaskan bantuan untuk nakes dan warga Isoman untuk wilayah DIY sebanyak 500 paket. Secara umum, Japfa menyediakan 4.000 paket untuk beberapa kabupaten dan kota. Total terdiri atas 2.500 kilogram daging ayam dan 40.000 butir telur. Adapun proses distribusi di DIY melalui kerja sama dengan Fakultas Peternakan UGM serta pengurus Kagama.
"Untuk DIY ini disalurkan ke masyarakat yang menjalani isoman serta tenaga kesehatan di lingkungan UGM, salah satunya ke RS Akademik UGM. Untuk menyalurkan ke masyarakat melibatkan Kagama," katanya, Jumat (6/8/2021).
Baca juga: KPU Bantul Gelar Pemilos Serentak SMP-SMA secara Daring
Ia berharap melalui bantuan bahan pangan dari protein hewani dapat mendorong peningkatan kualitas kesehatan, terutama terkait dengan imun tubuh yang kuat. Mengingat protein merupakan komponen penting dari setiap sel dalam tubuh. Asupan protein yang cukup dapat membentuk antibodi untuk membantu mencegah serangan penyakit dan infeksi pada tubuh.
"Aasupan makanan bergizi tinggi diperlukan untuk menjaga daya tahan tubuh," katanya.
Dekan Fakultas Peternakan UGM Profesor Ari Agus mengatakan semua pihak prihatin dengan kondisi pandemi saat ini, sehingga semua harus bergotong royong saling meringankan beban. Terutama tenaga kesehatan yang saat ini berjuang membantu penanganan Covid-19 perlu mendapatkan perhatian. Salah satu bentuknya melalui pemberian bahan pangan hasil peternakan.
Baca juga: Angka Kematian RI karena Covid Masih Tertinggi
"Peternakan merupakan produk pangan berkualitas, ini salah satu cara meningkatkan imunitas, apalagi warga yang menjalani isolasi mandiri, persoalan logistik jadi tantangan," katanya.
Ia menambahkan dari beberapa penelitian ilmiah yang ia ketahui salah satu cara mengantisipasi fatalitas dari kasus covid adalah meningkatkan konsumsi protein terutama albumin. Salah satu sumber yang paling murah adalah putih telur. Oleh karena bahan pangan seperti telur sangat cocok untuk diberikan kepada masyarakat pada masa pandemi ini.
"Sumber albumin sebenarnya banyak dari ikan Gabus, Ikan Sidat tetapi kan susah didapat. Kalau telur sangat mudah didapat, telur juga merupakan bahan pangan yang murah, tidak perlu kulkas untuk menyimpan sehingga simpel, cara konsumsi mudah sangat dikenal oleh masyarakat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Minggu 26 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
CEO Grammy Harvey Mason Jr. tanggapi keputusan BTS mundur dari Grammy 2027. Ia sedih tapi hormati, dan klarifikasi tujuan kategori Best Asian Pop.
KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus OTT Pemalang, termasuk Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan seorang staf administrasi KPK. Penyidikan dilakukan dalam
Concacaf bergabung dengan UEFA mengkritik proposal FIFA Forward Enterprise. Transparansi dan proses konsultasi menjadi sorotan utama terhadap rencana bisnis bar
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan satu grup penggilingan beras meraup keuntungan hingga Rp2 triliun per bulan. Kementan menyebut potensi k
Dubai meluncurkan program "A Dubai Invite" yang menawarkan hadiah hingga 3.000 dirham bagi warga yang mengajak wisatawan asing berkunjung.