Ormas NU Vaksinasi 2.747 Orang di Jogja dan Bantul

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
09 Agustus 2021 21:57 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 kepada 2.747 orang. Vaksinasi yang berlangsung di Jogja dan Bantul ini tidak hanya untuk warga DIY, namun juga luar daerah. Adapula warga Timor Leste yang turut mengikuti vaksinasi.

Ketua panitia bertajuk "Vaksinasi Merdeka", H. Ali Machfud mengatakan vaksinasi tidak terbatas untuk warga Jogja saja, namun semua orang memiliki hak. “Kami tidak ingin membatasi, apalagi menolak. Vaksin adalah hak semua orang. Kami tidak ingin membatasi maupun menolak. Selama dia datang pada waktu yang ditentukan, vaksin akan diberikan,” kata Ali Machfud dalam rilis tertulisnya, Minggu (8/8/2021).

Dalam pelaksanaannya, LKNU bekerja sama dengan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI H. Hilmy Muhammad (Gus Hilmy), NU DIY sebagai penyelenggara, Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak dan The Ratan sebagai fasilitator tempat, serta Polisi Daerah (Polda) DIY selaku penyedia vaksin. Sementara untuk tenaga medis didukung oleh Klinik Balai Kesehatan Masyarakat (BKM) Ali Maksum dan Universitas Alma Ata Jogja. Lebih dari 100 relawan terlibat mulai dari unsur Ansor-Banser, Fatayat NU, IPNU-IPPNU, dan warga desa Panggungharjo.

BACA JUGA: Epidemiolog Sebut PPKM Level 4 Masih Perlu Diperpanjang

“Keberhasilan hari ini akan kami teruskan pada aksi-aksi selanjutnya di kabupaten-kabupaten lainnya. Kami berharap ada sinergi dengan Pemda, pihak kepolisian, dan relawan agar dapat berjalan dengan baik,” kata Ali Machfud yang juga dosen Universitas Alma Ata Jogja.

Gus Hilmy berharap agar pemberian vaksin kepada masyarakat bisa semakin dipercepat. Hal ini penting untuk menurunkan kasus Covid-19 yang belakangan ini masih tergolong tinggi. Terlebih, apabila melihat data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, warga yang sudah mendapat vaksin baru 23.46 persen untuk dosis satu dan 10.53 persen untuk dosis dua.

Melihat bahwa vaksin merupakan kebutuhan yang mendesak, data ini menunjukan bahwa proses vaksinasi tergolong lambat. “Keaktifan berbagai lembaga sangat diharapkan untuk mencapai target vaksinasi. Demikian pula dengan pemerintah, kami harapkan aktif mengajak lembaga-lembaga untuk menyelenggarakan vaksin bersama. Tidak sulit, kok. Kami buktikan hari ini,” kata Gus Hilmy yang juga anggota Komite III DPD RI Bidang Kesehatan.

Hadir pula dalam acara vaksinasi para kiai, serta ditinjau langsung oleh Panglima Panglima TNI, Kapolri, Pemda, hingga Kepala Desa Panggungharjo. Dengan antusiasme peserta yang bagus, program ini akan terus berlanjut. Selain itu, TNI juga mengatakan sanggup mendistribusikan 200.000 vaksin untuk DIY. (*)