Pejalan Kaki dan Truk Meluncur ke Sungai, Begini Kronologi Laka Maut yang Tewaskan 2 Orang di Kulonprogo

Tim SAR Gabungan mengevakuasi sopir truk yang terjepit dashboard saat kecelakaan di Jembatan Selo, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo, Senin (9/8/2021) pagi-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo.
09 Agustus 2021 19:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Kecelakaan maut yang menelan dua korban jiwa di Kulonprogo terjadi secara tragis. Truk dan seorang pejalan kaki jatuh ke sungai dan meninggal dunia.

Dua orang meninggal dunia setelah sebuah truk bermuatan batu terjun bebas dari Jembatan Selo, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo, pada Senin (9/8/2021) sekitar pukul 09.00 WIB. Tidak hanya korban tewas, dua orang juga mengalami luka-luka karena kejadian tersebut.

Penyidik Unit Laka Lantas Satlantas Polres Kulonprogo, Bripka Wahyudi Pamungkas, mengatakan korban tewas diketahui bernama Sukino, 45, warga Pundong, Bantul yang merupakan sopir truk dan seorang perempuan bernama Suratmi, 48, warga Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, pengemudi truk diduga kurang konsentrasi saat menyetir. Karena kurang konsentrasi, ia menyerempet pengendara motor yang dinaiki dua orang pelajar. Tidak berhenti di situ, sopir juga menabrak seorang pejalan kaki, hingga akhirnya truk jatuh ke dalam jurang [Sungai Selo]," kata Bripka Wahyudi pada Senin (9/8/2021).

Awal mula kecelakaan maut yang menelan korban jiwa tersebut berawal dari sebuah truk bermuatan batu seberat tujuh kubik melaju di jalanan menurun di wilayah Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo.

BACA JUGA: Vaksinasi Dosis Pertama untuk Seluruh Siswa SMA/SMK se-DIY Ditarget Rampung Bulan Ini

"Sesampainya di sebuah belokan sebelum menuju ke jembatan Selo, truk yang dikendarai oleh Sukino ini justru berjalan tak terkendali. Bahkan, truk sempat menabrak seorang pengendara sepeda motor. Tak berhenti di situ, seorang pejalan kaki juga ditabrak oleh truk hingga meluncur jatuh ke sungai di bawah jembatan," ujar Bripka Wahyudi.

Akibat peristiwa tersebut, nyawa sopir truk tidak bisa tertolong karena tergencet dashboard truk. Selain itu seorang perempuan paruh baya yang tertabrak truk juga tidak tertolong meskipun sempat dirawat di RS Amalia Temon.

"Informasi korban meninggal dunia tadinya hanya sopir truk, akan tetapi setelah ada update mengenai perempuan yang sempat tertabrak ternyata ikut meninggal dunia juga saat dilakukan penanganan medis di rumah sakit," kata Bripka Wahyudi.

Salah satu warga di sekitar lokasi kejadian yakni Andika Nur Prasteya, 14, warga Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo, mengatakan saat truk jatuh dari Jembatan Selo ia mendengar suara seperti ledakan.

Buru-buru ia langsung mencari sumber suara tersebut. Saat berada di sumber suara, ia sudah melihat sebuah truk jatuh ke Sungai Selo dengan kondisi ringsek. Saat melihat truk yang ringsek, secara bersamaan ia juga melihat tubuh perempuan mengambang tak jauh dari lokasi truk jatuh.

"Melihat kejadian tersebut, ia bersama-sama warga yang lain berupaya memberikan pertolongan. Tak berselang lama, petugas dari SAR Gabungan, Kepolisian, relawan, datang ke lokasi kejadian dan memberikan pertolongan," kata Bripka Wahyudi.

Sejam Evakuasi

Kantor Basarnas Yogyakarta yang mendapatkan laporan mengenai insiden nahas tersebut langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP). Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta L. Wahyu Efendi mengatakan jajarannya mendapatkan laporan dari PMI Kabupaten Kulonprogo mengenai kecelakaan maut itu.

"Mendapat laporan tersebut kami langsung memberangkatkan satu Tim Rescue Unit siaga Kulonprogo dengan peralatan ekstrikasi untuk melaksanakan operasi SAR," kata Wahyu pada Senin (9/8/2021).

Lebih lanjut, proses evakuasi oleh SAR Gabungan berlangsung cukup lama karena kondisi truk yang berada di dalam sungai dan dalam posisi miring. Sehingga, menyulitkan Tim SAR Gabungan untuk proses evakuasi. Proses evakuasi menggunakan peralatan ekstrikasi untuk mengeluarkan korban yang terjepit dashboard truk.

"Setelah kurang lebih satu jam tim SAR Gabungan melaksanakan proses evakuasi akhirnya korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Korban langsung dibawa ke RSUD Kulonprogo. Dengan dievakuasinya korban maka operasi SAR dinyatakan ditutup dan unsur SAR Gabungan yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," kata Wahyu.