Objek Wisata Jogja Ditutup hingga 16 Agustus, Bus Wisata Akan Dipusatkan di Giwangan

Jalan Malioboro sepi pada saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Senin (5/7/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
10 Agustus 2021 16:27 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Jogja merevisi target kunjungan wisatawan menyusul masih diberlakukannya penerapan PPKM level 4. Dengan penerapan kebijakan itu, penutupan kawasan wisata di seluruh Kota Jogja masih berlaku hingga 16 Agustus mendatang.

Kepala Dinpar Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko, mengatakan pamdemi Covid-19 berdampak cukup signifikan bagi industri pariwisata. Selain kunjungan wisatawan yang menurun drastis, banyak pula lokasi wisata serta industri turunannya terdampak.

BACA JUGA: Minta PPKM Dihentikan, Pedagang Angkringan Gugat Jokowi ke PTUN

Oleh karena itu, jawatannya akan merevisi target kunjungan wisatawan di tahun 2021 ini. Sebab, target kunjungan dengan jumlah empat juta yang diproyeksi pada 2020 lalu pun gagal tercapai akibat Covid-19 yang tak kunjung mereda. "Namun masih dibahas, kami akan melihat dulu jumlah yang realistis serta program-program yang akan dilakukan itu seperti apa ke depan," ujar dia, Selasa (10/8/2021).

Wahyu menerangkan, pada tahun lalu sebanyak empat juta orang ditargetkan bakal bervakansi ke Kota Jogja di 2020. Namun jumlah itu hanya tercapai tidak sampai setengahnya, yakni angka 1,3 juta kunjungan saja. Hal itu kemudian menjadi bahan evaluasi serta pertimbangan bagi pihaknya untuk menargetkan tingkat kunjungan di tahun 2021.

“Pada kenyataannya sejak PPKM Darurat dan PPKM level 4 ini sektor wisata kan tutup total semuanya. Akhirnya kami revisi kembali untuk target capaiannya itu,” ungkap dia.

Wahyu tak bisa memastikan berapa target yang harus dicapai pada tahun 2021. Pasalnya sejak awal Juli-16 Agustus nanti PPKM masih berlaku.“Bahkan selama Juli sampai Agustus awal ini [PPKM Darurat-Level 4] tidak ada pengunjung. Jika ada berarti itu menyalahi aturan,” terang dia.

Menurunnya kunjungan wisatawan di sisi lain ikut pula memengaruhi pendapatan anggaran daerah (PAD) di sektor pariwisata. Dinpar belum mendapat jumlah dam nominal yang pasti  berapa besar penurunan tersebut selama Pandemi Covid-19 hingga perpanjangan PPKM yang rencananya berakhir 16 Agustus mendatang.

Ia berharap insan pariwisata bisa memanfaatkan momentum PPKM untuk berbenah.

“Masa PPKM ini justru kita meningkatkan kapasitas pelaku SDM Pariwisata. Selain itu memperketat wilayah pariwisata dalam protokol kesehatannya. Sehingga setelah dilonggarkan kami lebih siap,” kata Wahyu.

BACA JUGA: Luhut Minta DIY Tingkatkan Tracing Jadi 1:15, Pemda DIY Tak Sanggup

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan diperpanjangnya PPKM Level 4 otomatis akan diikuti pula oleh perpanjangan penutupan di sejumlah sektor wisata. Namun, untuk mengimbangi serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan akibat penutupan itu, pihaknya perlahan-lahan akan mengendurkan penyekatan di sejumlah titik di wilayah itu.

"Kami akan coba karena mau tidak mau ekonomi masyarakat juga harus jalan. Kami kita akan mengendurkan penyekatan, jamnya juga akan dikurangi," kata Heroe.

Pemkot Jogja juga akan fokus untuk menurunkan level yang diberlakukan dalam masa PPKM di wilayah setempat. Nantinya kedatangan bus pariwisata juga akan coba ditempatkan di satu terminal saja yakni Giwangan untuk mempermudah pengawasan dan mengecek dokumen pelengkap para wisatawan.

"Semua bus akan dipusatkan di Giwangan untuk memudahkan pemeriksaan sertifikat vaksin atau surat keterangan bebas Covid-19. Itu kalau destinasi sudah dibuka, kalau sekarang kan belum," ujarnya. (Yosef Leon)