Nakes Bantul Mulai Disuntik Vaksin Moderna

Para nakes menjalani vaksinasi ketiga dengan vaksin Moderna di Puskesmas Bambanglipuro, Bantul, Selasa (10/8/2021). - Harian Jogja/Jumali
10 Agustus 2021 12:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pemkab Bantul resmi mulai menyuntikkan booster vaksin Moderna kepada para tenaga kesehatan di wilayahnya, Selasa (10/8/2021). Penyuntikan vaksin Moderna kali pertama dilakukan di Puskesmas Bambanglipuro.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Budi Raharja mengatakan sesuai SISMDK Dinkes Bantuk tercatat ada 8.451 di Bantul. Jumlah nakes tersebut termasuk klinik-klinik yang ada di kabupaten Bantul.

"Cuma sampai saat ini yang telah mengisi pakta integritas ada 5.915 nakes, terdiri dari 27 puskesmas, 13 rumah sakit,3 klinik, dinas kesehatan dan RS Lapangan Khusus Covid-19," kata Agus di sela-sela vaksinasi di Puskesmas Bambanglipuro, Selasa (10/8/2021).

Oleh karena itu, Agus mengaku di tahap awal ia akan memvaksinasi 5.915 nakes di Bantul. Sisanya, akan dilakukan vaksinasi lanjutan setelah para nakes tersebut mengisi dan memenuhi persyaratan vaksinasi.

"Untuk vaksin Moderna yang datang kemarin 3.374 dosis. Nanti bertahap. Yang jelas kita baru bisa ambil 3.374 dosis," jelasnya.

Baca juga: Luhut Umumkan Sejumlah Kota Boleh Membuka Mal, Jogja Tak Disebut

Mengenai kekurangan vaksin Moderna yang ada, Agus menyatakan tidak ada kendala. Pihaknya memastikan akan meminta tambahan vaksin Moderna begitu stok vaksin untuk booster nakes menipis.

"Toh, cool chain kita kapasitasnya juga terbatas. Begitu juga DIY juga terbatas. Sehingga ya harus bertahap," ucap Agus.

Sementara disinggung mengenai kedatangan vaksin lainnya, Agus mengatakan ketersediaan vaksin dijanjikan oleh Gubernur DIY untuk Bantul aman. "Jadi kami mulai akselerasi nanti. Kemarin kita juga sudah sampaikan kemampuan kami untuk vaksinasi 9.600 per hari. Ini akan kami kejar sesegera mungkin untuk mengakselerasi vaksinasi," jelas Agus.

Dengan kemampuan tersebut, Agus memastikan target 100 persen warga Bantul telah tervaksin pada September dipastikan sulit terealisasi. Sebab, sampai saat ini masih ada 600.000 orang belum tervaksin. "Mungkin baru Oktober selesai. Intinya kami siap, jika vaksinnya berlanjut," papar Agus.