Ini Data Terbaru Stok Vaksin di Sleman per 12 Agustus 2021

Ilustrasi. - Reuters
12 Agustus 2021 21:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pemkab Sleman meng-update informasi mengenai ketersediaan vaksin Covid-19 di wilayah ini.

Plt Kepada Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama menegaskan stok vaksin Covid-19 di wilayahnya hingga hari ini masih mencukupi. Hal itu dia sampaikan menanggapi sejumlah rumah sakit di Sleman yang menunda pelaksanaan vaksinasi akibat kekosongan stok vaksin Covid-19.

Cahya menjelaskan, stok vaksin Covid di Sleman per 12 Agustus 2021 pukul 09.30 WIB untuk AstraZenena sebanyak 17.610 dosis, Sinovac 7.100 dosis dan Moderna 5.670 dosis vaksin. "Kalau vaksin jenis AZ kalau mau masih banyak tapi jarang yang minta AZ. Untuk jenis AZ rata-rata berhenti di dosis pertama karena masih pelaksanaan dosis kedua. Untuk sinovac pengambilan vaksin berdasarkan hitungan kebutuhan dan sisa stok di Faskes," katanya, Kamis (12/8/2021).

BACA JUGA: Beberapa RW di Jogja Bolehkan Warganya Merokok Asal Lokasinya di Kuburan

Untuk vaksinasi masal di sentra vaksin, katanya, Dinkes mendapat bantuan vaksin dari TNI/POLRI, sedang untuk vaksinasi reguler tetap digelar RS dan Puskesmas. "Saat ini kami sedang menyusun jadwal pendistribusian vaksin. Untuk RS sudah mengambil vaksin moderna di POAK," katanya.

Pada Kamis, Pemkab Sleman juga menggelar vaksinasi untuk kalangan pelaku wisata. Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menjelaskan kegiatan vaksinasi bagi pelaku pariwisata di DIY sudah digelar ke-20 kalinya dari beberapa gelombang sebelum dilakukan di destinasi wisata.

“Vaksin ini [bagi pelaku pariwisata] sudah dilakukan yang ke 20 dari beberapa seri vaksinasi. Kami bekerjasama dengan Pemkab Sleman, Bank BPD, Bank Indonesia dan TNI-Polri dalam penyelenggaraanya,” jelas Singgih di Sindu Kusuma Park, Kamis (12/8/2021).

Singgih menuturkan vaksinasi tersebut menargetkan sebanyak 1.000 penerima vaksin pelaku pariwisata dan 1.000 penerima vaksin bagi industri jasa keuangan. Program vaksinasi berlangsung selama dua hari. "Program vaksinasi ini sebagai upaya pemerintah dalam memperluas jangkauan (vaksin) dan mempercepat tercapainya herd immunity khususnya di bidang pariwisata itu sendiri," katanya.