Jalur di Perbatasan Semin-Sukoharjo Mulai Diperbaiki

Sebuah alat berat diturunkan untuk pemasangan gorong-gorong jembatan dalam proses perbaikan ruas jalan di perbatasan Semin tepatnya di Kalurahan Candirejo, Semin, Gunungkidul, Selasa (10/8/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan.
12 Agustus 2021 06:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, SEMIN – Dinas Pekerjaan Umum Permukiman dan Energi Sumber Daya Mineral DIY mulai melakukan perbaikan jalan rusak di wilayah perbatasan Semin, Gunungkidul dengan Sukoharjo, Jawa Tengah. Meski demikian, kerusakan belum diselesaikan semua karena perbaikan baru menyasar ruas sepanjang 1,5 kilometer.

Salah seorang warga di Kalurahan Sumberejo, Semin, Suryanto mengatakan, perbaikan jalan di wilayah yang berbatasan dengan Jawa Tengah sudah dimulai sejak awal Agustus ini. Ada beberapa pekerjaan yang dilakukan mulai dari pembuatan rangka beton untuk cor, pebuatan gorong-gorong untuk jembatan yang akan dilalui hinga pengecoran di sepajang bahu jalan.

BACA JUGA : Viral, Jalan Rusak Dipasangi Nisan 

“Kami senang karena jalan rusak diperbaiki,” katanya, Rabu (11/8/2021).

Suryanto pun berharap perbaikan bisa selesai secepatnya sehingga akses bisa kembali normal dan tidak membahayakan bagi pengguna jalan pada saat malam hari. Menurut dia, sebelum adanya perbaikan dari Pemerintah, komunitas sopir truks beberapa kali melakukan pengurukan di titik-titik yang rusak.

“Pengurukan bertujuan agar kondisi jalan dapat dilalui dan tidak berbahaya. Kalau lihat jalannya bergelombang dan banyak lubang maka sangat rawan terjadi kecelakaan,” katanya.

Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Bidang Bina Marga, DPUP-ESDM DIY, Andi Kurniawan Dharma mengatakan, jalan rusak di perbatasan Semin tepatnya di ruas Pandanan-Candirejo sepanjang 3,4 kilometer. Meski demikian, tahun ini perbaikan baru menyasar sepanjang 1,5 kilometer dengan pagu anggaran sebesar Rp9 miliar.

BACA JUGA : Panjang Jalan Rusak Berat di Sleman Capai 45,10 Kilometer 

“Perbaikan sudah mulai dikerjakan dengan rentang waktu pengerjaan selama 150 hari,” kata Andi.

Menurut dia, pengerjaan akan dilakukan dengan model cor Benton atau sama dengan pebaikan jalan di wilayah Jawa Tengah. Pembuatan cor beton dilakukan karena kondisi tanah di sepanjang jalan yang labil. Di sisi lain, di jalur perbatasan ini juga sering dilalui tronton penuh dengan muatan sehingga jalanan mudah sekali terjadi kerusakan.

“Didalam pengerjaan juga dibuat saluran drainanse agar air hujan tidak masuk ke jalan agar bisa lebih awet,” katanya.