Advertisement
Pengajuan Oksigen Gratis Bisa Lewat WhatsApp
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengisikan oksigen dari tabung portable ke tabung kecil ukuran 1 meter kubik saat launching oksigen gratis di Rumah Dinas Bupati Bantul, Kamis (12/8) siang. Harian Jogja - Jumali
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL-- Asisten Sumber Daya dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul Pulung Haryadi mengatakan sesuai dengan Peraturan Bupati Bantul (Perbub) No.62/2021 tentang Pendistribusian Oksigen kepada masyarakat pasien Covid-19, hanya Satgas Kabupaten, Kalurahan, Padukuhan dan selter yang bisa mengambil oksigen.
Nantinya Satgas Covid atau pengelola selter membawa surat permohonan tertulis yang ditujukan ke Bupati cq kepala bagian administrasi kesejahteraan rakyat yang ditandatangani oleh lurah atau dukuh selaku ketua Satgas.
Advertisement
BACA JUGA : Oksigen Gratis di Bantul Akhirnya Diluncurkan ke Publik
“Agar cepat maka surat pengajuannya dikirim lewat WhatsApp ke 081328330321. Nanti petugas akan memberikan balasan. Jadi cepat, tidak sampai satu jam,” kata Pulung.
Karena jumlah oksigen terbatas, maka Pulung menyatakan dalam sehari Pemkab hanya akan melayani 5 sampai 6 satgas. “Setiap Satgas maksimal membawa 3 tabung ukuran 1 meter kubik,” tandas Pulung.
Dalam sehari, Pemkab hanya akan memberikan oksigen gratis hasil sisa olahan oksigen generator yang ditempatkan di RS Panembahan Senopati sebanyak 15 tabung ukuran 1 meter kibik.
“Sementara baru 15 tabung kecil ukuran 1 meter kibik. Karena masalah tempat. Sebetulnya bisa sampai 20 tabung,” kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih usai launching, Kamis (12/8).
Menurut Halim, terbatasnya jumlah oksigen gratis yang bisa dilayani karena terbatasnya tempat dan sumber daya manusia. Sebab, pelayanan pemberian oksigen gratis ini dilakukan selama 24 jam.
“ Artinya sementara minimal 15 tabung, tadi saya juga minta kepada Pak Direktur RS Panembahan Senopati untuk menyediakan lebih besar lagi. Nanti jangan 15 tapi ditingkatkan agar jangan ada yang sudah datang tapi tidak mendapatkan oksigen,” lanjut Halim.
BACA JUGA : Sebelum Gratiskan Oksigen Generator, Pemkab Bantul Akan Gelar Uji Coba
Halim mengatakan langkah penyediaan oksigen gratis harus ditempuh oleh Pemkab karena banyak warga yang menjalani isolasi membutuhkan oksigen tetapi kesulitan mendapatkan oksigen. Selain itu harga oksigen juga mengalami kenaikan, sehingga masyarakat keberatan.
“Untuk itu kami tempatkan di sini. Karena di rumah sakit kan harus steril dari kerumunan dan layanan nonmedik,” terang Halim.
Lebih lanjut Halim mengatakan jika layanan oksigen gratis ini diberikan oleh Pemkab selama Pemerintah Pusat menetapkan pandemi Covid-19. Diharapkan layanan ini akan menurunkan paparan Covid-19. “Sekaligus menekan tingkat kematian,” tandas Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Prajurit RI Gugur di Lebanon, MPR Desak PBB Agar Israel Disanksi Tegas
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
- Sempat Viral Putus Sekolah Rawat Orang Tua, Fendi Kembali ke Kelas
- Jadwal KRL Jogja-Solo Terbaru Selasa 31 Maret 2026, Cek di Sini
- Gangguan Teknis, KA Tambahan Jogja-Pasar Senen Mogok di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement







