Mengarah ke Barat Daya, Guguran Lava Merapi Meluncur 10 Kali

Awan panas guguran Merapi yang terjadi Minggu (15/8/2021) pukul 00.43 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 51 mm dan durasi 127 detik. - @BPPTKG.
15 Agustus 2021 07:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Gunung Merapi terus menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Minggu (15/8/2021) dinihari terjadi 10 kali guguran lava pijar serta satu kali awan panas yang mengarah ke barat daya.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya menyatakan, pada periode pengamatan antara pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB kondisi cuaca sekitar Merapi dalam keadaan cerah dan berawan. Angin bertiup sedang ke arah barat laut. Suhu udara 11-20 °C, kelembaban udara 68-87 %, dan tekanan udara 838-946 mmHg.

BACA JUGA : BPPTKG Belum Menaikkan Status Merapi 

Secara visual, gunung terlihat jelas, sedangkan ukuran kabut antara 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah. Pada periode ini terjadi satu kali awan panas serta 10 kali guguran lava pijar.  

“Teramati satu kali awan panas guguran ke arah barat daya dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter. Selain itu 10 kali guguran lava pijar ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter,” katanya.

Adapun kondisi kegempaan pada periode Minggu dinihari awan panas guguran dengan amplitudo 51 mm dan durasi 127 detik, guguran 55 kali dengan amplitudo 3-39 mm berdurasi antara 16 sampai 132 detik. Sedangkan gempa embusan terjadi tiga kali dengan amplitudo 5 mm dan durasi 19-20 detik.

BPPTKG merekomendasikan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal tiga kilometer tepatnya ke arah Sungai Woro. Kemudian sejauh lima kilometer ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Sungai Putih. Lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.

BACA JUGA : Merapi Masuk Fase Ekstrusi, Masyarakat Diimbau Hindari Sungai 

Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya.  Kemudian mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan. Selain itu pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh lima kilometer dari puncak Gunung Merapi.