Raih Penghargaan JBBA 2026, JNE Perkuat Dukungan untuk UMKM DIY
Sebagai salah satu pelaku bisnis jasa logistik, JNE menegaskan komitmennya memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di DIY
Perubahan warna limbah laboratorium./Ist
Harianjogja.com, JOGJA-Muhammad Sarkawi, Farokhatul Faikha dan Ludfi Fitmoko baru saja menyelesaikan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berjudul "Teknologi Penanganan Limbah Laboratorium dengan Modifikasi Metode Elektroflotasi-Adsorbsi "Natural Fiber" Berbasis Serat Kelapa dan Nanas".
Ketiga mahasiswa prodi kimia Fakultas Mipa (FMIPA) Universitas Islam Indonesia itu merampungkan PKM Bidang Riset (PKM-R) tersebut di laboratorium terpadu FMIPA UII pada 1 Juni 2021, di bawah bimbingan dosen Rudy Syah Putra, S.Si, M.Si, Ph.D.
Muhammad Sarkawi menjelaskan limbah cair laboratorium mengandung logam berbahaya, seperti Pb, Cu, Fe, Cr, Hg, dan Ag dan termasuk kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Limbah tersebut apabila dibuang langsung ke lingkungan akan merusak struktur tanah, mengancam ekosistem air maupun darat, serta berdampak bagi kesehatan manusia. sehingga diperlukan metode yang ramah lingkungan untuk mengatasi permasalahan limbah laboratorium. Alasan itulah yang melatarbelakangi kelompok ini melaksanakan PKM tersebut.
Menurut dia program tersebut dinilai relevan sebab bahan yang digunakan dalam penelitian adalah bahan yang dapat dengan mudah ditemukan oleh masyarakat. "Kami menggunakan serat kelapa yang memiliki kandungan selulosa yang tinggi yang dapat menyerap polutan berbahaya yang dimiliki oleh limbah laboratorium. Sehingga masyarakat dapat menggunakan serat tersebut untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang ada di daerah sekitarnya," tutur Muhammad Sarkawi.
Lebih lanjut, Farokhatul Faikha menjelaskan proses dilaksanakannya program tersebut. proses dilakukan secara bertahap yakni elektroflotasi dan selanjutnya serat kelapa.
Elektroda yang digunakan pada proses elektroflotasi yaitu elektroda grafit dan stainless steel. Proses elektrolfotasi dilakukan selama 30 menit, selanjutnya dilakukan proses serat kelapa dengan laju alir 1,5 mL/menit, sehingga didapat air bersih.
"Dapat bekerja efektif dalam mengolah limbah laboratorium," kata Ludfi Fitmoko memberikan kesimpulan dari program tersebut. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebagai salah satu pelaku bisnis jasa logistik, JNE menegaskan komitmennya memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di DIY
Para legenda sepak bola yang gagal juara Piala Dunia: Baggio, Cruyff, Ronaldo, dan lainnya. Kisah pilu di balik mimpi yang tak terwujud.
Lewis Hamilton tetap optimistis Ferrari mampu bangkit setelah kehilangan performa pada FP2 GP Belgia 2026. Tim Kuda Jingkrak kini fokus memperbaiki setelan mobi
Cari mobil keluarga berbagasi luas? Simak 12 rekomendasi terbaru Juli 2026, dari Avanza hingga Palisade. Temukan yang cocok untuk perjalanan keluarga!
KAI Daop 6 Yogyakarta melayani lebih dari 1,2 juta penumpang kereta api jarak jauh selama libur sekolah 2026. Stasiun Yogyakarta menjadi stasiun tersibuk.
Badan lemas mengganggu aktivitas? Temukan 11 cara mudah atasi kelelahan, mulai dari pola tidur hingga makanan bergizi. Kembalikan energi tubuh secara alami.