Dugaan Pencemaran Pantai Cangkring Bantul, DLH Ambil Sampel Air dan Tunggu Hasil Lab
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Sukarelawan Posduk TRC BPBD DIY saat memakamkan pasien Covid-19 beberapa waktu lalu. -Dok. BPBD DIY
Harianjogja.com, JOGJA-Posko Dukungan (Posduk) Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD DIY) mempunyai peranan yang penting dalam penanganan pandemi Covid-19.
Tak hanya di sektor hulu saja seperti tindakan dan upaya pencegahan Covid-19 tapi sampai di sektor hilir seperti penguburan jenazah pasien Covid-19 tim ini juga ikut serta berperan.
Komandan Posko Dukungan (Posduk) TRC BPBD DIY, Wahyu Pristiawan Buntoro, mengatakan di antara semua tugas penanganan pandemi itu, penguburan jenazah pasien Covid-19 merupakan yang paling melelahkan. Terlebih saat angka kematian tiba-tiba melonjak drastis beberapa waktu lalu, membuat tim sukarelawan personel Posduk TRC BPBD DIY sempat kewalahan.
"Tugas pemakaman memang yang paling melelahkan, karena biasanya dilakukan pada malam hari. Dulu waktu pasien Covid-19 yang meninggal melonjak, biasanya kabupaten/kota itu habis Magrib tenaganya sudah terbatas sehingga meminta bantuan kepada kami dan ini kan sewaktu-waktu mesti siap, entah itu tengah malam mesti siaga," kata Wahyu, Minggu (15/8).
Selain tugas penguburan jenazah pasien Covid-19, tim Posduk TRC BPBD DIY juga berperan dalam memberi pelatihan pemulasaran jenazah kepada sukarelawan lain. Hal itu dilakukan agar penguburan pasien Covid-19 dapat dilakukan cepat dan bisa ditangani oleh banyak pihak. "Pemberian pelatihan itu kepada kemantren dan kapanewon untuk pemulasaran jenazah karena sempat kasus Covid-19 meninggi ya dan kemudian juga soal pemakaman isoman kan RS juga kewalahan, warga juga masih pada takut sehingga kami melatih para sukarelawan untuk bisa membantu," katanya.
Wahyu merasa sangat terbantu dengan kehadiran para sukarelawan yang punya semangat tinggi untuk bersama-sama mengatasi pandemi Covid-19. Sebab, dengan jumlah personel yang sangat terbatas, Posduk TRC BPBD DIY merasa sangat kesulitan dalam memenuhi permintaan bantuan pemakaman bagi pasien Covid-19. "Di DIY kan anggota kami sangat terbatas ya paling hanya 30 an, makanya kami didukung dengan sukarelawan yang juga terbagi beberapa yakni ada medis, yang ngelakuin tes swab, dan sukarelawan pemakaman. Itu ada sekitar 82 dari berbagai komunitas yang ada di DIY jadi mereka tidak di sini tapi di tempat masing, sehingga kalau diperlukan baru kami panggil," ujarnya.
Unit Perbantuan
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD DIY, Lilik Andi Aryanto, menyebut Posduk BPBD DIY merupakan unit perbantuan yang bersifat mendukung penanganan Covid-19 di kabupaten/kota. Sehingga ketugasan personel pun hanya sewaktu-waktu saja saat diperlukan atau tim dari kabupaten/kota kewalahan.
"Kami di Satgas Covid-19 kan masuk ke dalam bagian sekretariat, jadi itu ada beberapa fungsi yakni administrasi, logistik, termasuk di dalamnya adalah pemakaman. Nah, Posduk ini sifatnya dukungan dalam bantuan pemakaman pasien Covid-19," katanya.
Adapun para personel ditarik dari organisasi masyarakat atau satuan kebencanaan yang telah lebih dulu terbentuk di masing-masing daerah. Jika kondisi membutuhkan mereka akan siap bertugas dalam penanggulangan Covid-19. "Tugasnya juga tidak hanya sebagai tim penguburan, kadang menangani pasien yang isoman, dan pelatihan pemulasaran jenazah," kata Lilik.
Untuk yang terakhir yakni pelatihan pemulasaran jenazah, Posduk memang menargetkan bahwa tim atau sukarelawan yang bertugas di tiap kapanewon atau kemantren mampu menangani jenazah pasien Covid-19. "Jadi sebanyak 78 kemantren dan kapanewon di DIY itu kami latih semua dengan harapan tidak ada kekosongan ya, sesungguhnya kalau ada pasien isoman yang meninggal dunia dan kondisi RS penuh ini bisa diatasi oleh para sukarelawan tadi yang sudah dilatih," ujarnya.
Posduk TRC BPBD DIY juga mengapresiasi para sukarelawan yang dengan tulus hati ikut serta bersama-sama menangani pandemi. Mereka rela tidak dibayar dan mempertaruhkan risiko demi penanganan pandemi Covid-19. "Karena dasarnya memang kemanusiaan ya, jadi karena panggilan hati, kami sangat apresiasi sekali. Cuma fasilitas prokes itu kami siapkan untuk keamanan mereka. Dan kadang ada dukungan dari masyarakat yang merasa simpati sepeeti vitamin, buah, dan permakanan," ungkap Lilik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Kebakaran Trans Home Sleman terjadi Kamis siang. Api muncul dari bagian belakang dan cepat merembet hingga melahap area toko.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang berdampak pada 10 hektare lahan. Sebanyak 11 truk pemadam dan alat berat dikerahkan.
Indonesia unggul 6-1 atas Bangladesh di babak pertama FIFA Asean Cup 2026. Mitchell Baker mencetak empat gol untuk skuad Garuda.
Kebakaran Trans Home Sleman menewaskan diduga dua korban yang ditemukan berdekatan di lantai tiga dan dievakuasi ke RS Bhayangkara.
UMBY menyiapkan akreditasi Unggul dengan meningkatkan mutu, fasilitas, dan SDM, sekaligus mengajukan Magister Manajemen dan S-3 Psikologi.