Hari Ini, Pemda DIY Mulai Mengoperasikan Generator Oksigen

Ilustrasi - Antara/Rahmad
16 Agustus 2021 08:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY mulai mengoperasikan generator oksigen untuk memberikan layanan kepada pasien Covid-19 di DIY, Senin (16/8/2021) hari ini. Permohonan untuk mendapatkan oksigen ini harus melalui rekomendasi fasilitas layanan kesehatan. 

Ketua Satgas Oksigen DIY Tri Saktiyana menjelaskan satu generator oksigen telah selesai diinstalasi di Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BPPTG) dan mulai dioperasikan pada Senin (16/8/2021). Namun kapasitas layanannya hanya sekitar 70% dan belum mencapai 100% karena tergolong baru.

"Gedungnya sudah ada, satu generator oksigen dengan kapasitas 500 liter per menit sudah diinstalasi. Senin bisa beroperasi uji coba, paling kapasitasnya baru 70 persen dari kapasitas total. Sekitar dua pekan ke depan baru bisa full," katanya saat dihubungi, Minggu (15/8/2021).

Tri Saktiyana menambahkanlokasi layanan oksigen tersebut berada di Kantor BPTTG Jalan Kusumanegara, Kota Jogja. Tabung oksigen sesuai kebutuhan didrop di lokasi instalasi kemudian diisi. Syarat pendistribusian harus melalui fasilitas layanan kesehatan, seperti rumah sakit atau puskesmas.

"Nanti koordinasi dengan rumah sakit, puskesmas, nanti mengambilnya dengan kirim tabung kosong nanti kami isikan, melalui permintaan dari kepala rumah sakit atau pengelola instalasi oksigen. Misalnya untuk berapa pasien atas nama siapa, tabung kosong kirim ke BPPTG kami berikan lagi, termasik di puskesmas bisa juga seperti itu," ujarnya.

Layanan ini tidak bisa untuk pengajuan perseorangan. Menurutnya, permohonan perseorangan harus melalui rekomendasi tenaga medis, sebagai bukti bahwa pemohon adalah pasien sedang dalam perawatan.

"Perseorangan harus dikoordinasikan oleh fasilitas layanan kesehatan terdekat. Harus ada medis yang tanggungjawab. Prinsipnya kami memberikan oksigen ini pada orang sakit, mungkin dirawat rumah sakit atau isolasi terpadu. Kami masyarakat boleh minta tetapi dengan rekomendasi fasyankes," katanya.

Kepala BPBD DIY Biwara Yuswantana menyatakan saat ini jumlah pasien Covid-19 di DIY mulai menurun. Saat ini bed rumah sakit sudah banyak yang kosong sehingga setiap pasien yang datang bisa segera tertampung.

Sejumlah tenda darurat yang awalnya dipakai untuk merawat pasien pun sudah dibongkar maupun dialihkan penggunaannya. "Untuk tenda darurat sudah banyak yang dibongkar karena pasien bisa dilayani di bed. Seperti di Sardjito awalnya dua tenda, saat ini hanya satu tenda, itu pun saat ini dipakai untuk vaksinasi," katanya.