Guguran Lava Merapi Terjadi 20 Kali dalam 12 Jam

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
18 Agustus 2021 07:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Gunung Merapi memuntahkan guguran lava pijar sebanyak 20 kali selama 12 jam terakhir. Hal itu terjadi pada periode pengamatan pukul 18.00 WIB hingga 24.000 WIB, Selasa (17/8/2021) dan periode pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB, Rabu (18/8/2021).

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menjelaskan pada periode Rabu pagi, cuaca Merapi berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 12-21 °C, kelembaban udara 62-80 %, dan tekanan udara 627-709 mmHg.

BACA JUGA : Merapi Masuki Fase Ekstrusi, 10 Awan Panas Muncul dalam 2 Hari

Secara visual, gunung terlihat jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 150 meter di atas puncak kawah. Pada periode ini terjadi empat kali guguran lava. 

“Periode 00.00 WIB sampai 06.00 WIB teramati 4 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1.200 meter ke arah barat daya,” terang dia dalam keterangan tertulisnya.

Sedangkan untuk periode pengamatan antara pukul 18.00 WIB-24.00 WIB terjadi 16 kali guguran lava. ”Teramati guguran lava sebanyak 16 kali jarak luncur maksimum 2000 meter ke arah barat daya,” ujarnya.

Dengan demikian terjadi 20 kali guguran lava dalam 12 jam terakhir dan dilaporkan tidak teramati adanya awan panas guguran.