Warga Difabel di Kota Jogja Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 Jenis Sinopharm

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
18 Agustus 2021 21:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan melakukan vaksinasi untuk difabel menggunakan jenis sinopharm. Jenis vaksin yang merupakan bantuan dari Arab Saudi ini masih dalam proses distribusi menuju Kota Jogja. Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, semula vaksin Sinopharm untuk para jamaah hari, namun hingga kini belum dipakai.

Untuk detail pelaksanaan masih dalam proses pembahasan. “Difabel di Kota Jogja ada sekitar 3.800-an, sedang didata berapa yang bisa divaksin. Sedang kami koordinasikan karena kami akan mempercepat vaksinasi,” kata Heroe, Rabu (18/8/2021). “Masalahnya kalau difabel itu kan mobilitasnya. Itu kan yang harus kami pikirkan supaya aksesnya bisa dimudahkan.”

Selain cara-cara yang sedang dalam pembahasan, vaksinasi untuk difabel juga tidak menutup kemungkinan menggunakan mobile vaksin milik Pemkot jogja. Menurut Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, mobile vaksin merupakan modifikasi ambulance yang bisa menjangkau beberapa wilayah di Kota Jogja.

BACA JUGA: Pemkot Jogja Longgarkan Penyekatan di Sejumlah Ruas Jalan

Selain milik Pemkot Jogja, Kepolisian Resor Kota Jogja juga memiliki mobile vaksin. Meski bergerak secara dinamis, tata kelola administrasi, pendataan, dan sebagainya tetap menjadi perhatian. Selain nantinya menyasar difabel, rute dan sasaran mobile vaksin hampir mirip dengan layanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) keliling. Rute ataupun sasaran sesuai dengan kebutuhan yang berkembang. Vaksinasi bisa jangkau setiap ada laporan warga yang membutuhkan, zona merah, atau tempat yang banyak orang tinggalnya.

"Bisa di satu tempat yang ramai. Begitu ada keramaian kami datang ke sana, yang belum vaksin kami kasih halo halo," kata Haryadi. "Jenis vaksinnya yang ada aja. Harapannya masyarakat tidak pilih-pilih vaksin."

Meski sudah ada mobile vaksin, Haryadi mengimbau masyarakat untuk tetap aktif berpartisipasi ke layanan yang sudah ada, salah satunya sentra vaksin. Mobile vaksin hanya untuk back up bagi warga yang kesulitan mobilitasnya. "Semoga ke depan kami juga punya mobil untuk swab antigen," katanya.