Vaksinasi Difabel Dilakukan dengan Jemput Bola

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
20 Agustus 2021 18:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY memastikan penyandang disabilitas diberikan vaksinasi dengan cara jemput bola untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan percepatan vaksinasi terus dilakukan untuk mencapai 100% warga DIY yang tervaksin. Salah satunya menyasar kelompok rentan seperti penyandang disabilitas. Pemberian vaksin untuk difabel ini dilakukan dengan cara lebih spesifik seperti dengan melakukan jemput bola.

“[Vaksinasi penyandang disabilitas] Jalan terus, ada yang dilaksanakan di SLB, di panti-panti, dengan cara jemput bola juga, karena mungkin ada [difabel] yg tidak bisa mobilitas,” katanya Jumat (20/8/2021).

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menambahkan vaksinasi untuk difabel melibatkan berbagai pihak dan komunitas. Selain itu sudah terjadwal di setiap fasilitas layanan kesehatan. “Sudah dilakukan, selain di fasilitas kesehatan secara terjadwal di masing masing faskes, juga melalui komunitas, pihak-pihak lain yang membantu, filantropi, PKK dan sebagainya,” ujarnya.

Terkait stok vaksin, Baskara Aji memastikan, saat ini ketersediaan stok vaksin masih mencukupi. Pemda DIY telah melakukan koordinasi dengan kabupaten dan kota serta TNI-Polri dalam rangka percepatan vaksinasi.

Baca juga: Masih Fokus untuk Dosis Kedua, Jogja Belum Gelar Vaksinasi untuk Bumil

“Dilakukan massal maupun bentuknya sentral vaksin, sentral vaksin juga kita kembangkan. Seperti dilakukan di dinas-dinas, puskesmas, beberapa kecamatan sampai kerja sama dengan komunitas dan organisasi,” katanya.

Stok Vaksin

Hingga Kamis (19/8/2021) Pemda DIY memiliki stok vaksin Sinovax (per vial berisi 10 dosis) ada 17.420 vial, Astrazeneca (per vial berisi 10 dosis) ada 1.428 vial, Moderna (per vial berisi 14 dosis) 7.373 vial dan vaksin Sinopharm (per vial satu dosis) ada 11.200 vial. “Untuk stok vaksin kondisi bagus [cuku],” ujarnya.

Baskara Aji menyatakan semua pihak berupaya untuk merealisasikan harapan Gubernur DIY terkait target 20.000 sasaran per hari. “Sebenarnya harapan kami bukan 20.000 tetapi lebih angka itu supaya bisa selesai Oktober,” ucapnya.

Menurutnya, dengan jumlah 1.400 vaksinator seluruh DIY, di atas kertas memang bisa melebihi target tersebut. Karena perkiraannya satu vaksinator menginjeksi 40 orang sasaran.

“Vaksinator cukup ada 1.400 orang, kalau kerahkan semua bisa lebih dari target. Persoalannya, ada yang harus isoman di isoter, sakit hingga melayani untuk aspek lain di luar vaksinasi. Kalau satu vaksinator 40 orang sebetulnya menyelesaikan satu hari sekitar 50.000, kalau jalan semua. Tetapi kalau kita anggap setengah saja [dari total vaksinator] target 1 vaksinator 20 orang, maka sehari sekitar 29.000 sasaran,” jelasnya.