Whole Book Menambah Keefektifan Belajar Siswa SLB

Sampul/Cover depan Whole Book - Ist
21 Agustus 2021 15:07 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yakni Arifah Ratnasari (Akuntansi/Fakultas Bisnis dan Ekonomika), Melinda Putri Pratiwi (Manajemen/Fakultas Bisnis dan Ekonomika), Muhammad Ihsan Syafiul Umam (Informatika/Fakultas Teknologi Industri), dan Muhammad Zaenal Muttaqin (Informatika/Fakultas Teknologi Industri), menilai saat ini media pembelajaran terutama untuk penyandang tunanetra, tunarungu maupun tunawicara masih terbatas. Mulai dari buku-buku pelajaran di sekolah, akses informasi digital, hingga media hiburan yang mendidik sangat kurang sehingga tingkat literasi mereka juga minim.

Dari permasalahan itu, tercipta peluang untuk menciptakan solusi berupa smartbook yang berisi cerita dan edukasi yang disertai augmented reality serta digunakan anak-anak disabilitas terutama tunanetra, tunarungu, dan tunawicara bernama Whole Book. Karya tersebut diajukan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berjudul “Whole Book "Inovasi Smartbook Ramah Disabilitas disertai Braille dan Video SIBI serta Augmented Reality".

“Whole Book adalah sebuah buku cerita dan edukasi untuk anak-anak ramah disabilitas [tunanentra, tunarungu, dan tunawicara] yang dibuat mengikuti perkembangan zaman digital,” kata Arifah Ratnasari.

Whole Book memiliki konsep 4 in 1 yaitu di dalam satu buku terdapat empat jenis media cerita, yaitu lembar penulisan cerita biasa yang disertai desain gambar, lembar braille, augmented reality dan video SIBI/bahasa isyarat. Buku ini tidak hanya menyediakan cerita, tetapi dilengkapi edukasi karakter untuk anak-anak.

Whole Book terdiri dari 6 bagian bab, yaitu cerita edukasi sehari-hari, belajar abjad dan membaca, belajar angka dan berhitung, serta cerita edukasi yangmana pada cerita kali ini membawakan cerita edukasi di kala pandemi Covid-19 sebagai sarana penanaman protokol kesehatan bagi anak yang mudah dipahami dan menyenangkan yang dikemas dalam dialog.

“Audio dan huruf braille, serta video bahasa isyarat/SIBI dengan animasi dapat membawa proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Bagi anak-anak biasa pun, buku ini juga dapat menarik minat anak-anak untuk belajar karena adanya desain yang menarik, animasi, dan audio yang ada,” lanjut Melinda Putri Pratiwi.

Dalam proses pembuatan buku ini, kelompok mewawancarai guru SLB untuk mengetahui materi dan media pembelajaran siswa tunarungu dan tunanetra, menyusun konten isi Whole Book, membuat desain buku dan membuat animasi, pembuatan video SIBI/bahasa Isyarat yang bekerjasama dengan Pusbindo Jogja, hingga membuat Augmented reality. “Buku ini memiliki lembar huruf braille untuk media pembelajaran anak tunanetra,” kata Muhammad Ihsan Syafiul Umam.

Tim melakukan kerjasama percetakan huruf Braille dengan Sigab Indonesia. Setelah semua selesai, tim melakukan uji coba produk untuk mengetahui eror dan kesalahan agar dapat diperbaiki sebelum proses launching produk. Rencananya produk ini akan dipasarkan online. “ Kami juga akan melakukan pengajuan HKI berupa hak merk dagang untuk produk kami,” kata Muhammad Zaenal Muttaqin.
Karya mahasiswa ini mendapat komentar dari guru SLB. "Dengan adanya media baru seperti Whole Book akan menambah keefektifan belajar siswa serta dapat menarik perhatian siswa terhadap sebuah media baru yang menarik. Produknya sangat menarik. Dapat juga menarik perhatian siswa-siswa lainnya tidak hanya tunarungu dan tunanetra,” kata Lintang Sekar Sandy, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SLB Ma'arif, Bantul. (ADV)