Berkas Kasus Sate Beracun Bakal Dilimpahkan ke Kejari Bantul, Termasuk Hasil Tes Kejiwaan Nani

Nani Aprilliani Nurjaman, 25, tersangka kasus sate beracun-Harian Jogja - Jumali
22 Agustus 2021 21:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Berkas perkara kasus sate beracun, Nani Apriliani Nurjaman, 25, dipastikan lengkap (P21) dan akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul, Rabu (25/8/2021) mendatang. Selain berkas perkara, hasil tes kejiwaan dari Nani, juga akan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Bantul.

“Rencana berkas memang akan dilimpahkan ke Kejari Bantul, tanggal 25 ini,” kata Pengacara Nani, R Anwar Ary Widodo, Minggu (22/8).

Anwar sendiri enggan berkomentar lebih lanjut terkait dengan kasus dan rencana pelimpahan berkas yang telah P21 dari kliennya. Ia hanya memastikan jika hasil tes kejiwaan dari kliennya akan disampaikan dalam Berkas Acara Pidana (BAP) yang akan diberikan kepada JPU dari Kejari Bantul.

Baca juga: Hendak Menyalip, Pengendara Motor Tewas Tertabrak di Jalan Godean

“Untuk hasil tes kejiwaan akan disampaikan dalam BAP berkas lengkap yanga kan diberikan JPU nantinya,” jelas Anwar.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi mengatakan, hingga kini berkas perempuan asal Majalengka tersebut belum lengkap (P21) dan belum dilimpahkan. Begitu juga dengan tes kejiwaan yang digelar terhadap Nani, Ngadi enggan berkomentar banyak.

“Sudah ada hasilnya [tes kejiwaan] tapi saya belum bisa sampaikan. Nanti akan disampaikan dalam persidangan. Yang jelas sudah [dilakukan tes kejiwaan], beberapa hari yang lalu. Kemarin kan kurang satu itu,” jelas Ngadi.

Baca juga: Sentra Vaksinasi Covid-19 di Jogja Bertambah, Ini Lokasinya

Sebagaimana diketahui, Nani ditangkap oleh petugas dari Polres Bantul pada 30 April 2021 jam 23.00 WIB di rumahnya, Cepokojajar, Sitimulyo, Piyungan. Nani ditetapkan sebagai tersangka setelah mengirimkan sate beracun kepada salah satu penyidik Polresta Jogja, Tomi, yang beralamat di Villa Bukit Asri, Kasihan, Bantul.

Sate dikirim lewat jasa ojek onlinIe yang dipesan secara offline. Namun, sate itu justru merenggut jiwa Naba, 10, yang merupakan anak dari Bandiman, driver ojek onliIne yang bertugas mengantar makanan ke rumah Tomi.

Dalam perkembangannya, Nani mengaku mendapatkan ide mengirimkan sate beracun dari R. Di mana R menyatakan jika kalium sianida yang dicampur dalam sate ayam tersebut hanya akan menyebabkan Tomi mules dan mencret.