Vaksinasi Pelajar di Sekolah Gunungkidul Belum Masif

Sejumlah siswa saat akan melakukan vaksinasi corona yang diselenggarakan di SMP Negeri 2 Wonosari. Foto diambil pada Kamis (12/8/2021)-Harian Jogja - David Kurniawan
24 Agustus 2021 12:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sejumlah kalangan mendesak agar para siswa mendapatkan prioritas mendapatkan vaksinasi Corona. Hal ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah yang hingga saat sekarang masih menjadi wacana.

Salah satu desakan ini disuarakan oleh Kepala SMP Negeri 1 Karangmojo, Suhartati. Menurut dia, vaksinasi anak sekolah belum dilaksanakan secara massif, meski sudah ada kebijakan vaksin untuk anak-anak.

Sebagai contoh, di SMP Negeri 1 Karangmojo belum ada jadwal untuk vaksinasi para siswa. “Memang sudah ada yang mendapatkan vaksin, tapi pelaksanaan dilakukan di lingkungan sekitar rumah. Tapi, untuk di sekolah kami belum ada,” katanya.

Suhartati menjelaskan, vaksinasi bagi para pelajar sangat krusial. Hal ini dikarenakan sebagai upaya mewujudkan pembelajaran tatap muka di sekolah.

BACA JUGA: LaporCovid: Salah Besar! Bahagia karena Kasus Positif Covid-19 RI Turun, Ini Alasannya

Pandemi corona yang muncul sejak tahun lalu membuat pembelajaran di sekolah menjadi terhenti. Sebagai gantinya, diterpakan pembelajaran secara online.

Menurut dia, model pembelajaran di rumah memiliki banyak kekurangan, salah satunya menyangkut dengan efektivitas belajar bagi para siswa. Selain itu, pembelajaran jarak jauh juga memberikan pengaruh terhadap sikap dan karakter siswa.

Suhartanti menuturkan, dari sisi pengumpulan tugas tidak ada masalah. Namun untuk sikap dan perilaku ada masalah karena ada anak yang mengecat rambutnya dan memelihara gondrong. Sesuai dengan peraturan di sekolah, hal tersebut tidak dibenarkan ada aturan terkait dengan kerapian yang harus dipatuhi para siswa.

“Ini terlihat pada saat anak mengumpulkan tugas di sekolah. Jelas, kondisi itu menimbulkan keprihatinan karena dengan belajar jarak jauh maka penanaman nilai dan karakter siswa sulit tercapai,” katanya.

Desakan agar siswa sekolah mendapatkan prioritas vaksin juga diserukan oleh Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto. Menurut dia, sudah banyak keluhan di masyarakat berkaitan dengan pembelajaran jarak jauh yang dinilai tidak efektif.

“Wacana pembelajaran tatap muka sudah sering diungkapkan, tapi hingga sekarang masih belum direalisasikan,” katanya.

Ari berharap dengan program vaksinasi, maka upaya pembelajaran di sekolah bisa segera diwujudkan. “Mudah-mudahan segera terealisasi dan anak bisa sekolah lagi,” katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Gunungkidul Ali Ridlo mendukung penuh program vaksinasi corona bagi siswa sekolah. Meski demikian, untuk pelaksanaan sepenuhnya diserahkan kepada dinas kesehatan selaku OPD teknis yang menangani. “Kami dukung karena untuk guru sudah diberikan vaksin. Mudah-mudahan dengan vaksin anak, maka pembelajaran tatap muka segera bisa dilaksanakan,” katanya.