2.300 Anak Yatim Piatu Bantul Bakal Dibantu Alat Sekolah, DPRD Ingatkan Kebutuhan Lain

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
26 Agustus 2021 08:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sebanyak 2.300 anak yatim piatu di Bantul, dipastikan mendapatkan bantuan berupa perlengkapan sekolah, November mendatang.

Bantuan berupa perlengkapan sekolah itu diharapkan mampu meringankan beban dari anak usai ditinggalkan orang tuanya.

Kepala Sub Bagian Bina Mental dan Spiritual Bagian Kesejahteraan Masyarakat Setda Bantul Purwanto mengatakan sementara ada total 2.300 anak yatim piatu di 2021 yang telah diajukan mendapatkan bantuan berupa perlengkapan sekolah.

Namun, sampai saat ini mereka belum mendapatkan pemberian perlengkapan sekolah, sebab masih dalam proses lelang.

Baca juga: Pemkab Tegaskan Wisata di Bantul Belum Dibuka

"Untuk nilai lelang sendiri Rp287,5 juta. Karena diatas Rp100 juta maka diperlukan lelang. Rencana November akan mulai kami bagikan," kata Purwanto, Rabu (25/8/2021).

Sementara Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Setda Bantul Edy Bowo Nurcahyo mengatakan, saat ini lelang telah berjalan.

"Dan, saat ini sudah pada tahap pemenang. Kami berharap bantuan ini akan mampu meringankan beban para anak yatim," katanya.

Ketua Komisi D DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko meminta kepada Pemkab Bantul untuk tidak hanya memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah untuk anak yatim piatu. Khususnya yang ditinggal oleh orang tuanya yang meninggal karena Covid-19.

Baca juga: Sultan Tegaskan Wisata di DIY Dibuka Jika Vaksinasi Sudah 80 Persen

"Oleh karena itu kami meminta ada bantuannya tidak hanya dalam bentuk perlengkapan sekolah. Karena mereka juga butuh bantuan lainnya," jelas Miko.

Menurut Miko, pemberian bantuan terhadap anak yatim piatu, khususnya yang ditinggal orang tua karena Covid-19 sejatinya bisa dilakukan melalui pos anggaran lain. "Kan bisa diambikan dari pos lainnya. Karena tidak mungkin jika mereka hanya diberikan perlengkapan sekolah," terang Miko.

Di sisi lain, Miko mengaku masih menunggu data anak yatim piatu yang ditinggalkan oleh orang tuanya karena Covid-19. Sebab, sampai saat ini Dinsos P3A belum juga selesai pendataan.

"Kami belum dapat data dari dinas bersangkutan. Padahal data ini penting sebagai dasar untuk pemberian bantuan," jelas Miko.

Terpisah Kepala Bidang Bantuan Sosial Dinsos P3A Bantul Anwar Nur Fahrudin mengaku belum memiliki data terkait anak yatim piatu yang ditinggal orang tuanya karena Covid-19. Ia berdalih, data masih berada di kapanewon dan belum dilaporkan ke jawatannya.

"Belum semua masuk," katanya.

Sebelumnya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan jika telah menyiapkan bantuan-bantuan serta jaminan sosial bagi yatim piatu akibat Covid-19.

"Ada tiga yang kami siapkan. Satu jaminan kesehatan, dua jaminan pendidikan yang ketiga jaminan hidup," jelasnya.