Terdampak Covid-19, 600 PKL Malioboro Dapat Bantuan Modal Usaha

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Noor Achmad, Pimpinan Baznas RI Saidah Sakwan, dan Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyerahkan secara simbolis bantuan kepada pelaku UMKM di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY, Jumat (27/8/2021). - Harian Jogja/Desi Suryanto
27 Agustus 2021 17:27 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan kepada sekitar 13.000 pelaku usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19 melalui program Kita Jaga Usaha. Bantuan senilai Rp13,9 miliar tersebut di antaranya untuk 600 pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro Jogja dengan nilai bantuan Rp1 juta per pelaku usaha untuk melanjutkan usahanya.

Ketua Baznas RI Noor Achmad mengatakan total bantuan yang dikucurkan oleh Baznas untuk penanganan dampak Covid-19 ini sebesar Rp13 miliar lebih kepada 13.000 penerima. Baznas saat ini tengah menjalankan tiga program utama, yakni bantuan langsung modal melalui program Kita Jaga Usaha, bantuan recovery pengusaha warung melalui program Dapur Nusantara, dan bantuan bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Penerimanya diseleksi oleh Baznas masing-masing provinsi.

BACA JUGA: Dinas Pariwisata Bantul Keberatan Penerapan Aplikasi Pedulilindungi

“Kami usahakan yang saat ini menerima yang betul-betul membutuhkan. Harapan kami, program ini tidak hanya untuk 13.000 penerima saja, tapi akan berkali-kali lipat dari yang kita harapkan. Karena tidak hanya Baznas pusat, tapi juga akan ada tambahan dari Baznas provinsi dan kabupaten kota akan melakukan gerakan yang sama,” kata Noor Achmad, saat penyerahan bantuan secara simbolis di Bangsal Kepatihan, Jumat (27/8/2021).

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI Teten Masduki yang menyaksikan pemberian bantuan pelaku usaha tersebut mengatakan di tengah pandemi ini pemerintah sudah membantu melalui berbagai saluran, lewat pembiayaan, terutama UMKM yang sudah terhubung ke perbankan.

Sementara yang sudah terhubung ke perbankan ada bantuan produktif usaha mikro yang jumlahnya 12,8 juta dan angka yang belum terhubung degan perbankkan sekitar 30 juta. Pihaknya cukup kesulitan mendata by name by adress para PKL. “Karena itu sekarang kami senang sekarang Baznas ikut membantu usaha mikro,” kata Teten.

Kementerian mengapresiasi semua unsur untuk membantu para pelaku usaha untuk memperkuat UMKM, karena hampir 99,9% pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM. Saat ini kondisi usaha para UMKM cukup terpukul dengan adanya pandemi Covid-19 karena omzet menurun dan daya beli masyarakat juga menurun. Maka perlu dibantu untuk melanjutkan usahanya.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengatakan, Covid-19 telah menimbulkan setidaknya tiga dampak terhadap perekonomian, baik secara internasional, nasional, maupun daerah. Pertama, menyangkut masalah penurunan pertumbuhan ekonomi. Kedua, peningkatan angka pengangguran, dan ketiga peningkatan angka kemiskinan.

“Program ini akan memberikan bantuan dan kemajuan bagi UMKM yang ada di DIY yang potensinya demikian besar. Tentunya akan menjadikan stimulus dalam perekonomian dengan tujuan utama melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi bagi para usahawan UMKM kami,” kata Sultan.

Sultan berharap agar program yang dilaksanakan Baznas RI memberi kemudahan dalam proses dan persyaratannya, serta diharapkan tepat sasaran agar benar-benar menjadi stimulus untuk pemulihan ekonomi.

BACA JUGA: Pemerintah Buka Peluang Vaksin Booster Berbayar Awal 2022, Ini Harganya

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi mengatakan bantuan untuk pelaku UMKM yang menyasar 13.000 pelaku usaha dari Baznas, 600 di antaranya untuk PKL di kawasan Malioboro yang benar-benar terdampak dan membutuhkan untuk melanjutkan usahanya.

Bentuk bantuan tersebut adalah hibah uang tunai Rp1 juta per pelaku usaha yang disalurkan melalui bank. Dia mengakui belum semua PKL di Malioboro mendapat bantuan yang jumlahnya mencapai sekitar 2.500 PKL. “Yang mendapat bantuan ini mereka yang memang benar-benar terdampak dan membutuhkan. Yang lainnya ada juga bantuan sembako,” kata perempuan yang akrab disapa Siwi ini.

Dia berharap dengan bantuan tersebut membuka kran bagi mereka yang mungkin belum bisa berjualan karena tidak ada modal atau modalnya habis digunakan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari yang seharusnya untuk usaha.