Persib Pastikan Tim Aman usai Diduga Diserang Suporter
Persib Bandung memastikan seluruh pemain dan ofisial aman usai diduga mendapat serangan oknum suporter setelah laga kontra PSM Makassar.
QR code terpasang di TPR Parangtritis, Jumat (7/5/2021)./Harian Jogja-Jumali\r\n
Harianjogja.com, BANTUL—Rencana penerapan aplikasi Pedulilindungi untuk wisatawan dianggap merepotkan Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul.
Dinas menilai kewajiban memindai aplikasi Pedulilindungi akan membuat mereka kesulitan dalam pengawasan dan pendataan, khususnya di lokasi wisata Pantai Selatan. DIY juga menerapkan aplikasi Visiting Jogja untuk memantau keberadaan wisatawan.
BACA JUGA: Terdampak PPKM, Pelaku Wisata Glagah Gadaikan Motor hingga Perhiasan
"Khusus Pantai Parangtritis, kami pastikan akan kesulitan dalam pengaturan. DIY kan juga telah menerapkan kebijakan wisatawan harus mengggunakan aplikasi Visiting Jogja," kata Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo, Jumat (27/8/2021).
Menurut Kwintarto, penggunaan aplikasi Pedulilindungi dan Visiting Jogja, akan membuat petugas bekerja ekstra untuk memastikan pengunjung benar-benar memiliki dua aplikasi tersebut. Akibatnya, antrean kendaraan yang masuk lewat tempat penarikan retribusi akan semakin mengular.
"Di sisi lain, tidak semua wisatawan bawa handphone. Untuk itu kami ajukan ke Pemda DIY, bagaimana jika Visiting Jogja terkoneksi dengan Pedulilindungi. Tujuannya apa? Agar lebih cepat dan tidak ada penumpukan saat pengecekan," lanjut Kwintarto.
Selain itu, Dispar juga meminta penggunaan dua aplokasi itu bisa ditinjau ulang. Utamanya untuk wisatawan yang tidak menggunakan handphone. Sebagai gantinya, wisatawan bisa menunjukkan kartu atau sertifikat vaksin kepada petugas.
"Pertimbangannya ya itu. Kan banyak yang juga tidak bawa handphone. Toh, mereka kan juga punya sertifikat maupun kartu vaksin, nanti tinggal ditunjukkan saja," ungkap Kwintarto.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Siapkan Skenario Uji Coba Pembukaan Objek Wisata
Namun, sejauh ini sinkronisasi Visiting Jogja dengan Pedulilindungi dan penggunaan kartu serta sertifikat vaksin itu masih sebatas usulan. Sebab, rapat terkait hal tersebut baru digelar Jumat (27/8/2021).
Ketua Pengelola Wisata Songgo Langit, Aris Purwanto mengaku belum mempersiapkan dengan rencana penggunaan dua aplikasi tersebut. Selama ini, diakui Aris, wisatawan yang berkunjung di tempatnya menggunakan aplikasi Visiting Jogja.
"Untuk yang Pedulilindungi belum ada persiapan. Apakah nanti merepotkan jika harus pakai dua aplikasi? Kami manut saja. Yang penting, pariwisata segera buka," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persib Bandung memastikan seluruh pemain dan ofisial aman usai diduga mendapat serangan oknum suporter setelah laga kontra PSM Makassar.
Janice Tjen hadapi Caijsa Wilda Hennemann di babak pertama WTA 250 Rabat 2026 dengan status unggulan pertama turnamen.
Pemuda 20 tahun ditangkap di Palagan Sleman setelah kedapatan membawa celurit saat dini hari dalam kondisi diduga mabuk.
Pemkot dan DPRD Kota Jogja mengalihkan kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mendongkrak UMKM dan promosi pariwisata.
Samsung luncurkan HP refurbished Certified Re-Newed di India, Galaxy S25 Ultra bisa lebih murah hingga selisih jutaan rupiah.
Warga Sitimulyo Bantul datangi rumah lurah usai ucapan dinilai menyinggung dukuh saat kerja bakti pohon jati.