Messi Didenda MLS Usai Tampar Leher Pemain Philadelphia Union
Lionel Messi didenda MLS setelah menampar bagian belakang leher Quinn Sullivan dalam laga Inter Miami vs Philadelphia Union.
QR code terpasang di TPR Parangtritis, Jumat (7/5/2021)./Harian Jogja-Jumali\r\n
Harianjogja.com, BANTUL—Rencana penerapan aplikasi Pedulilindungi untuk wisatawan dianggap merepotkan Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul.
Dinas menilai kewajiban memindai aplikasi Pedulilindungi akan membuat mereka kesulitan dalam pengawasan dan pendataan, khususnya di lokasi wisata Pantai Selatan. DIY juga menerapkan aplikasi Visiting Jogja untuk memantau keberadaan wisatawan.
BACA JUGA: Terdampak PPKM, Pelaku Wisata Glagah Gadaikan Motor hingga Perhiasan
"Khusus Pantai Parangtritis, kami pastikan akan kesulitan dalam pengaturan. DIY kan juga telah menerapkan kebijakan wisatawan harus mengggunakan aplikasi Visiting Jogja," kata Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo, Jumat (27/8/2021).
Menurut Kwintarto, penggunaan aplikasi Pedulilindungi dan Visiting Jogja, akan membuat petugas bekerja ekstra untuk memastikan pengunjung benar-benar memiliki dua aplikasi tersebut. Akibatnya, antrean kendaraan yang masuk lewat tempat penarikan retribusi akan semakin mengular.
"Di sisi lain, tidak semua wisatawan bawa handphone. Untuk itu kami ajukan ke Pemda DIY, bagaimana jika Visiting Jogja terkoneksi dengan Pedulilindungi. Tujuannya apa? Agar lebih cepat dan tidak ada penumpukan saat pengecekan," lanjut Kwintarto.
Selain itu, Dispar juga meminta penggunaan dua aplokasi itu bisa ditinjau ulang. Utamanya untuk wisatawan yang tidak menggunakan handphone. Sebagai gantinya, wisatawan bisa menunjukkan kartu atau sertifikat vaksin kepada petugas.
"Pertimbangannya ya itu. Kan banyak yang juga tidak bawa handphone. Toh, mereka kan juga punya sertifikat maupun kartu vaksin, nanti tinggal ditunjukkan saja," ungkap Kwintarto.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Siapkan Skenario Uji Coba Pembukaan Objek Wisata
Namun, sejauh ini sinkronisasi Visiting Jogja dengan Pedulilindungi dan penggunaan kartu serta sertifikat vaksin itu masih sebatas usulan. Sebab, rapat terkait hal tersebut baru digelar Jumat (27/8/2021).
Ketua Pengelola Wisata Songgo Langit, Aris Purwanto mengaku belum mempersiapkan dengan rencana penggunaan dua aplikasi tersebut. Selama ini, diakui Aris, wisatawan yang berkunjung di tempatnya menggunakan aplikasi Visiting Jogja.
"Untuk yang Pedulilindungi belum ada persiapan. Apakah nanti merepotkan jika harus pakai dua aplikasi? Kami manut saja. Yang penting, pariwisata segera buka," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lionel Messi didenda MLS setelah menampar bagian belakang leher Quinn Sullivan dalam laga Inter Miami vs Philadelphia Union.
Sleman lolos seleksi nasional tahap II UCCN 2027 bidang Film dan memperkuat ekosistem perfilman untuk mendorong ekonomi kreatif daerah.
Napoli menang 2-0 atas Genoa pada pekan pertama Serie A 2026/2027. Kevin De Bruyne dan Antonio Vergara mencetak gol kemenangan.
Kemenhut mengerahkan 12.880 personel untuk mempercepat pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas Sumatra dan Kalimantan.
Sebanyak 78 atlet dari enam negara mengikuti Panglima TNI Cup 2026 dan Kejurnas Paralayang di Bukit Joglo, Wonogiri.
Cek harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Minggu 23 Agustus 2026, lengkap dengan harga jual dan buyback