Advertisement

Kubah Lava di Barat Daya Merapi Diam-Diam Bertumbuh 3 Meter

Newswire
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 21:17 WIB
Bhekti Suryani
Kubah Lava di Barat Daya Merapi Diam-Diam Bertumbuh 3 Meter Gunung Merapi dilihat dari Jurangjero, Srumbung, Kabupaten Magelang, 7 Januari 2021. - Harian Jogja/Nina Atmasari

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan tinggi kubah lava di sebelah barat daya Gunung Merapi bertambah tiga meter berdasarkan pengamatan selama sepekan.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Jumat, menyebutkan penambahan tinggi kubah lava itu berdasarkan hasil analisis morfologi dari Stasiun Kamera Deles 5, Tunggularum, Ngepos, dan Babadan 2 pada periode 20-26 Agustus 2021.

BACA JUGA: Pemda DIY Didesak Siapkan Anggaran untuk Percepat Vaksinasi Covid-19

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

"Teramati adanya perubahan morfologi pada kubah lava barat daya, yaitu ketinggian kubah yang bertambah sekitar tiga meter," kata Hanik.

Dari hasil pengambilan foto udara dengan drone pada 25 Agustus 2021 secara umum morfologi kubah lava di sebelah barat daya dan kubah lava di tengah kawah puncak Gunung relatif tetap.

BPPTKG mencatat volume kubah lava barat daya sebesar 1.400.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.831.000 meter kubik.

"Perubahan morfologi terjadi pada bagian atas kubah lava barat daya, lokasi ekstrusi magma aktif saat ini," kata dia.

Sepanjang pengamatan selama sepekan, kata dia, Merapi dua kali meluncurkan awan panas guguran ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter, sedangkan guguran lava teramati 211 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter.

Dalam sepekan, Gunung Merapi tercatat mengalami dua kali gempa awan panas guguran (AP), satu kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 15 kali gempa low frekuensi (LF), 19 kali gempa fase banyak (MP), 1.973 kali gempa guguran (RF), 100 kali gempa hembusan (DG), dan lima kali gempa tektonik (TT).

Advertisement

"Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih rendah dibandingkan dengan minggu lalu," katanya.

BPPTKG hingga saat ini mempertahankan status aktivitas vulkanik Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Warga diminta mewaspadai potensi dampak guguran lava dan awan panas Gunung Merapi di sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Advertisement

"Kalau terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung," demikian Hanik Humaida.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pendukung HAM di Rusia-Ukraina-Belarus Diganjar Nobel Perdamaian 2022

News
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 23:57 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement