Bukan Sekadar Liburan, Ini Tren Wisata 2026 yang Diburu Turis
Tren wisata 2026 berubah, turis kini cari pengalaman emosional, healing, dan perjalanan bermakna ke Jepang, Korea, hingga China.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sugeng Purwanto saat melihat penyortiran buah salak sebelum diekspor./Ist
Harianjogja.com, SLEMAN- Petani buah salak di Sleman terus bangkit setelah permintaan ekspor komoditas tersebut mulai mengalami peningkatan. Petani berharap, ekspor buah salak bisa kembali menggunakan penerbangan.
Suroto, Ketua Paguyuban Petani Salak Pondoh yang tergabung pada CV Mitra Turindo sebagai eksportir salak pondoh menjelaskan ekspor salak sudah dilakukan sejak tahun 2017 sebanyak 150 ton. Kemudian pada tahun 2018 meningkat 350 ton dan 2019 mampu mengekspor 650 ton.
Namun, lanjut Suroto, selama tahun 2020 ekspor salak mulai tersendat ketika pandemi Covid 19 mulai masuk Indonesia. Volume ekspor buah salak menurun hanya 160 ton saja ini dikarenan terbatasnya transportasi untuk ekspor. "Alhamdulillah pada tahun 2021 ini perlahan-lahan kami bisa kembali mengekspor salak ke Kamboja 5 ton per minggu," kata Suroto saat dikonfirmasi Harianjogja.com, Jumat (27/8/2021).
Baca juga: Bantul Bakal Miliki Penampung Vaksin Rp1,2 Miliar
Hanya saja, ekspor salak yang dilakukan masih menggunakan transportasi kapal laut sehingga durasi pengiriman buah dinilai lebih lama. Dibandingkan ekspor ke China, katanya, ekspor salak ke Kamboja justru lebih tinggi. Jika dalam kondisi normal, katanya, ekspor salak ke China rata-rata antara 25 ton hingga 40 per bulan.
Adapun ekspor salak ke Kamboja, rata-rata perbulan bisa mencapai antara 40-50 ton. "Ini jika situasi normal sebelum pandemi. Ya kami berharap ekspor menggunakan jalur udara segera dibuka agar kegiatan ekspor buah salak dapat kembali meningkat," harap Suroto.
Selain transportasi, kendala lainnya dalam pemenuhan kebutuhan ekspor adalah gairah petani salak yang mulai berkurang di Kabupaten Sleman. "Kami mohon pemerintah daerah maupun dinas terkait untuk dapat membuat program-program yang dapat meningkatkan kembali gairah pertanian salak di Sleman," kata Suroto.
Baca juga: Maling di Sleman Ini Mencuri Motor dengan Modus Menjadi Kekasih
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan buah salak menjadi salah satu ikon Sleman. Lahan pertanian salak di Sleman tersebar di Kapanewon Turi, Tempel hingga Pakem seluas kurang lebih 3.000 hektar dan yang masih aktif berkisar 1.500 hingga 2.000 hektar. Luas lahan tersebut digarap oleh 34 Kelompok Petani Salak.
Dia berharap, aktivitas ekspor tersebut mampu membangkitkan lagi semangat petani Salak di Sleman. "Peluncuran ekspor ini saya harap dapat kembali mendekatkan petani untuk bersemangat meningkatkan produktivitas salak, jika nanti dibutuhkan peremajaan, pendampingan dan lainnya kami (Pemkab Sleman) bersama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY siap," ujar Danang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tren wisata 2026 berubah, turis kini cari pengalaman emosional, healing, dan perjalanan bermakna ke Jepang, Korea, hingga China.
Program MBG menjangkau 62,4 juta penerima di Indonesia. Siswa mendominasi, total 8,3 miliar porsi telah disalurkan sejak 2025.
BTN telah menyalurkan 6 juta KPR untuk desil 3. Simak strategi KPR subsidi, BSPS, hingga digitalisasi untuk menjangkau masyarakat unbanked.
Megawati Soekarnoputri bersama keluarga melakukan pertemuan dan santap malam dengan Raja Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X
Persebaya menang telak 5-0 atas Persik Kediri di laga penutup Super League. Bruno Moreira cetak dua gol, Bajol Ijo finis keempat.
Sebanyak 55% dapur MBG telah bersertifikat higienis. Ribuan lainnya masih proses, sementara 1.152 dapur sempat disetop sementara.